News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pelaku Wisata Diberi Fasilitas Khusus Mendaftar Kartu Prakerja

Pelaku Wisata Diberi Fasilitas Khusus Mendaftar Kartu Prakerja

WARTAJOGJA.ID : Para pelaku wisata menjadi salah satu sasaran penerima bantuan terdampak Corona yang disalurkan melalui kartu prakerja oleh pemerintah pusat.

Namun, pendaftaran kartu prakerja secara online itu di lapangan tak semulus bayangannya. Terutama bagi para pelaku wisata yang selama ini tinggal di lokasi dengan geografis kurang mendukung koneksi jaringan untuk akses internet.

Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul DIY misalnya, menemukan sejumlah kasus pelaku wisata masih kesulitan mendaftar kartu prakerja karena jaringan internet di tempat tinggalnya tak memadai. Terutama pelaku wisata yang bermukim di daerah perbukitan atau pesisir.

“Untuk pelaku wisata yang kesulitan jaringan internet dan peralatan untuk mendaftar kartu prakerja itu, sekarang kami fasilitasi layanannya agar mengakses di kantor Dinas Pariwisata,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono, Jumat 1 Mei 2020.

Penyediaan layanan mendaftar kartu prakerja berupa unit-unit komputer dan jaringan internet itu dilakukan Dinas Pariwisata Gunungkidul bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul serta forum komunikasi desa wisata di Gunungkidul.

Hary mengaku belum mengetahui persis, dari 5.800 pelaku wisata terdampak Corona di Gunungkidul yang dilaporkan kepada Kementerian Pariwisata, berapa banyak yang sudah berhasil mendaftar kartu prakerja itu. Sebab database itu ada pada pemerintah pusat.

Namun, sebelum bantuan dari kartu prakerja itu turun, sebanyak 400 pelaku wisata di Kabupaten Gunungkidul telah memperoleh bantuan dari Kementerian Pariwisata sepekan lalu.

Kepala Bidang Pemasaran Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Heru Purwanto mengakui para pelaku wisata di wilayahnya memang sempat kesulitan mendaftar kartu prakerja itu. Baru awal pekan ini para pelaku wisata itu berhasil mendaftar setelah menunggu lama dan mencoba berulang kali.

 “Sempat kesulitan mendaftar kartu prakerja itu karena jaringan internetnya buruk,” ujarnya.

Dinas Pariwisata Gunungkidul mengaku pesimis target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata yang biasanya berkontribusi siginifikan bisa tercapai. Gunungkidul sempat mematok sektor pariwisata tahun 2020 ini bisa menyumbang PAD sebesar Rp 29 miliar khususnya dari kunjungan libur lebaran.

Namun hingga jelang pertengahan tahun ini, jumlah PAD yang baru tercapai baru sekitar Rp 5 miliar.

“Target PAD jelas tidak akan terpenuhi. Apalagi libur lebaran yang biasa banyak kunjungan tidak mungkin diandalkan karena pandemi,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono.

Dampak Corona ini membuat ratusan obyek wisata di Gunungkidul tutup dan tidak menerima kunjungan sejak 26 Maret 2020 lalu hingga sekarang.

Seluruh pos retribusi atau jalur masuk destinasi wisata juga dilakukan penjagaan ketat atau diportal agar tidak ada wisatawan nekat berkunjung.

Tak hanya di Gunungkidul. Jumlah kasus positif Corona di DIY yang hingga akhir pekan ini sudah tembus 100 kasus itu juga melumpuhkan destinasi wisata di perkotaan serta membuat sebagian besar hotel dan restoran di DIY masih tutup hingga awal Mei ini.

Di Pasar Beringharjo yang merupakan pusat oleh-oleh batik, lapak-lapak cinderamata masih tutup. Hanya menyisakan satu hingga dua lapak bahan pangan di bagian lantai atas yang masih beroperasi. Begitu juga kebun binatang Gembira Loka.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo menyebut saat ini kurang dari 50 hotel dan restoran yang beroperasi di DIY.

"Hotel-restoran yang masih beroperasi sampai saat ini hanya ada 48 unit," ujar Deddy. Sedangkan hotel dan restoran yang tidak beroperasi sekitar 300-an.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment