News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kisah Relawan Saat Makamkan Bayi Usia 10 Hari Berstatus PDP

Kisah Relawan Saat Makamkan Bayi Usia 10 Hari Berstatus PDP


Suasana pemakaman bayi berusia 10 hari oleh relawan Tim Penanganan Jenazah Gugus Tugas COVID-19 Bantul. Dok Tim Infokom Satgas Covid-19 PMI Bantul/ Pusdalops BPBD Bantul


WARTAJOGJA.ID : Relawan Tim Penanganan Jenazah Gugus Tugas COVID-19 Bantul baru saja merampungkan santap sahurnya pada 17 Mei 2020 lalu saat telepon dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul berdering.

Dari sambungan seluler itu, tim mendapat kabar, seorang balita berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19 baru saja meninggal dunia dan harus segera dikuburkan. 

Tak disebutkan pasti usia si jenazah itu oleh rumah sakit. Tim juga tak menanyakannya karena memang bukan bagian ketugasannya. 

"Saat terima telepon itu, kami baru saja menguburkan pasien PDP juga di pemakaman Jipangan Bantul, lalu sahur. Tapi tugas sudah memanggil," ujar Wisnu T. Wardhana, relawan Tim Penanganan Jenazah Gugus Tugas COVID-19 Bantul dari unsur Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul Selasa 18 Mei 2020.

Usai sahur itu juga, dari Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY sebanyak delapan relawan Regu 2 tim penanganan jenazah bergegas menuju RSUD Bantul menjemput jenazah bayi itu. 

Baju hazmat lengkap dengan perangkat APD juga sudah melekat erat di tubuh. Sedikit tradisi kecil tetap dijalankan tim untuk menghormati jenazah yang akan mereka kuburkan. Yakni mencorat coret baju hazmat satu-dua relawan dengan spidol. 

Kali ini mereka menulis 'Surga Menantimu Dek Bayi' disertai gambar malaikat dan gambat jantung hati.

Setiba di rumah sakit, sudah ada ambulance jenazah menunggu. Tim langsung mengikuti gerak ambulance itu dari belakang, menembus dinginnya subuh menuju pemakaman.

Jenazah balita itu dimakamkan di dekat tempat tinggalnya, di sebuah pemakaman umum di Kecamatan Dlingo, Bantul. Pemakaman itu lokasinya ada di perbukitan, yang berjarak sekitar 45 menit dari pusat kota Bantul.

Saat fajar menyingsing, tim tiba di pemakaman yang padat dengan nisan itu. Prosesi pertama menshalatkan jenazah itu sebelum dikuburkan.


Suasana pemakaman bayi berusia 10 hari oleh relawan Tim Penanganan Jenazah Gugus Tugas COVID-19 Bantul. Dok Tim Infokom Satgas Covid-19 PMI Bantul/ Pusdalops BPBD Bantul

Betapa kagetnya para relawan saat membuka bagasi ambulance untuk mengeluarkan peti mati yang ukurannya ternyata tak sampai satu meter itu. Bayangan mereka awalnya balita atau bayi yang dimaksud rumah sakit ditempatkan di ukuran peti agak besar, minimal peti anak yang panjangnya 1 meteran lebih.

"Tapi ini, petinya paling 70-90 sentimeter," ujar Wisnu.

Dari 14 jenazah pasien terkait Covid yang telah mereka kuburkan sebulan terakhir, di antaranya anak usia 13 tahun, pemandangannya tak sepilu pagi itu. 

Peti yang mereka gotong biasanya berukuran sekitar 1,5 meteran. 

"Psikis kami kena begitu melihat peti mungil itu. Ternyata bayi laki laki yang usianya baru sepuluh hari," ujar Wisnu.

Wisnu menuturkan, relawan tak banyak berkata-kata dengan peti mungil di depannya. Mereka mulai mensholatkan jenazah itu dengan pikiran hampir sama satu sama lain. Terngiang ingat anak-anak sendiri di rumah.

"Peti ini paling kecil yang kami kuburkan selama ini, tapi rasanya paling berat. Kami langsung ingat anak-anak kami sendiri," ujar Wisnu.

Liang lahat bayi itu sendiri ada di tengah komplek pemakaman. Namun tim seolah jauh sekali menjangkaunya.

Tim harus berhati hati berjalan menyusuri makam. Mereka berjingkat, merunduk, menghindari batu nisan dan bangunan yang posisinya rapat rapat di tengah balutan hazmat serta badan yang penuh keringat.

Sesampai liang yang dituju, perlahan jenazah bayi itu diturunkan. Kicau burung mengiringi pemakaman pagi yang tak disertai ratap tangis keluarga bayi malang itu. 


Suasana pemakaman bayi berusia 10 hari oleh relawan Tim Penanganan Jenazah Gugus Tugas COVID-19 Bantul. Dok Tim Infokom Satgas Covid-19 PMI Bantul/ Pusdalops BPBD Bantul


Kepala Sub Bagian Hukum Pemasaran dan Kemitraan RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayu Ningsih membenarkan soal bayi usia 10 hari yang meninggal dunia dengan status PDP pada 16 Mei 2020 dan dikebumikan esok harinya itu.

"Orang tuanya ODP (orang dalam pemantauan) saat bayi itu lahir," ujar Siti.

Bayi itu lahir pada 6 Mei 2020 lalu. Ia bahkan sempat dibawa pulang orang tuanya ke rumah. Namun pada 11 Mei 2020 bayi itu dilarikan kembali ke RSUD Bantul dan dirawat di ruang isolasi pediatric intensive care unit atau PICU. 

Siti hanya menyebut saat itu jabang bayi kondisinya tidak baik dan ditangani langsung oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) utama bersama dokter pendamping. 

Sayang, setelah lima hari diisolasi, bayi itu tak kuat dan menghembuskan nafas terakhirnya.



Suasana pemakaman bayi berusia 10 hari oleh relawan Tim Penanganan Jenazah Gugus Tugas COVID-19 Bantul. Dok Tim Infokom Satgas Covid-19 PMI Bantul/ Pusdalops BPBD Bantul

Para relawan yang mengubur bayi itu hanya berharap, pemakaman bayi tak berdosa itu segera menyudahi tugas mereka sebagai tim penanganan jenazah Covid. Mereka sangat berharap tak ada lagi korban lain bertambah khususnya anak anak karena wabah. 

"Mohon sekali, masyarakat semakin sadar, mematuhi protokol sehingga wabah ini segera usai. Jangan paksa lagi kami mengangkat peti peti kecil seperti ini," ujar Wisnu, relawan yang dalam pemakaman bayi itu bertindak sebagai safety officer.

(Gazs)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment