News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Indogrosir Sleman Klaster Corona, Pengunjung Yang Belanja Sempat 15 Ribu Orang

Indogrosir Sleman Klaster Corona, Pengunjung Yang Belanja Sempat 15 Ribu Orang


WARTAJOGJA.ID : Bupati Sleman Sri Purnomo mengungkap jumlah pengunjung Supermarket Indogrosir Sleman diperkirakan tembus hingga 15 ribu orang.

“Yang berbelanja di Indogrosir Sleman periode 19 April- 4 Mei tercatat dari nota yang keluar, ada 15 ribu yang belanja,” ujar Sri Purnomo di Sleman Sabtu 9 Mei 2020.

Salah satu pusat kulakan terbesar di Yogya itu telah ditutup sejak 5 Mei 2020 lalu pasca seorang karyawan dinyatakan positif dan 57 karyawan lain hasil rapid testnya reaktif.

Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 DI Yogyakarta pun telah menetapkan kasus penularan Indogrosir Sleman sebagai klaster baru ke empat penularan Covid-19  per 8 Mei 2020.

Kasus terjangkitnya karyawan Indogrosir oleh virus Corona diperkirakan meluas ke komunitas dengan skala lebih luas. Sehingga Pemerintah Kabupaten Sleman dan juga Kota Yogyakarta menyiapkan rapid test massal mulai 12 hingga 14 Mei 2020.

Kuota test massal yang disediakan Sleman sendiri hanya 1.500 orang dan Kota Yogya hanya 700 orang.

Sri Purnomo mengakui tak mungkin seluruh pengunjung Indogrosir periode itu dilayani test massal. Sebab bisa jadi, walau satu struk atau nota belanja yang keluar tapi warga yang belanja belum tentu sendirian. Mereka saat itu mungkin membawa kerabat, saudara, atau temannya.

Sehingga perbandingan jumlah nota belanja yang keluar sangat mungkin lebih kecil dari jumlah pengunjung yang datang.

“Mungkin struk belanja yang keluar cuma satu, tapi yang datang belanja lebih dari satu orang, ini yang harus ditenangkan, “ ujarnya.

Sri Purnomo memprediksikan dari total pengunjung yang datang ke Indogrosir yang bisa dilayani rapid test massal hanya berkisar lima persennya saja.

Sleman sendiri mulai membuka pendaftaran rapid test massal bagi pengunjung Indogrosir secara online pada Minggu besok 10 Mei 2020 mulai pukul 06.00 WIB. Pendaftaran akan ditutup pada 11 Mei pukul 14.00 atau jika kuota 1500 orang sudah terpenuhi. Setiap hari rapid test di Sleman ditargetkan mampu melayani 500 orang yang terbagi dalam lima sesi mulai pukul 09.00 sampai 14.00 WIB.  

Syarat mengikuti rapid test massal Sleman itu, warga dengan KTP Sleman yang pernah menyambangi Indogrosir periode 19 April-4 Mei mendaftar secara online di laman http://rdt.slemankab.go.id atau http://corona.slemankab.go.id dengan menyertakan bukti nota.

Untuk warga yang tak mendapat jatah rapid test massal itu, ujar Sri Purnomo, diminta tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Seperti menjaga pola hidup bersih dan sehat, tidak keluar rumah, jaga jarak walau di rumah, dan jika harus keluar rumah memakai alat pelindung utamanya masker.

“Untuk pengunjung Indogrosir yang tak bisa mengikuti rapid test massal bisa mengikuti rapid test secara mandiri berbayar di berbagai rumah sakit swasta,”ujarnya.

Adapun nasib 57 karyawan Indogrosir yang hasil rapid testnya reaktif, ujar Sri Purnomo, telah disediakan tempat isolasi dengan pengawasan dokter.

(Hyr)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment