News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Stok Beras Yogya Dituding Hanya Cukup 4 Hari, Pemkot Beri Klarifikasi

Stok Beras Yogya Dituding Hanya Cukup 4 Hari, Pemkot Beri Klarifikasi

WARTAJOGJA.ID : DPRD Kota Yogyakarta mengungkapkan ada persoalan pangan serius yang berpotensi menjadi masalah bagi warga Kota Yogya di tengaj menghadapi wabah Covid-19.

Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto mengatakan dari hasil rapat kerja bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Yogya pada 15 April 2020, terungkap data stok beras yang dimiliki Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini hanya sebesar 12 Ton.

Jumlah stok itu akan ditambah untuk antisipasi Covid-19 sebesar 18 ton melalui alokasi anggaran Rp 200 juta sehingga total stok beras yang akan dimiliki Pemerintah Kota Yogyakarta sebesar 30 ton.

"Degan stok yang ada saat ini yakni 12 ton, itu hanya dapat bertahan empat hari. Sedangkan kalau 30 ton maka hanya bertahan tujuh hari," ujar Fokki melalui siaran pers ke awak media Kamis 16 April 2020.

Perhitungan kecukupan beras untuk memenuhi kebutuhan itu diperolehnya berdasarkan pengalaman empiris negara dan daerah lain. Serta fakta di DIY yang terus bertambah kasus Covid baik positif, orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kami menyarankan supaya stok beras milik pemerintah Kota Yogya ditambah agar dapat mengamankan ketahanan pangan bagi masyarakat selama sebulan," ujarnya.

DPRD Kota Yogya, ujar Fokki, telah mengusulkan pembelian beras untuk stok Pemkot Yogya selama sebulan penuh sebesar 120 ton dengan anggaran Rp 800 juta-1 miliar. Menurutnya dana ini bisa diambilkan dari alokasi anggaran untuk DPRD Kota Yogyakarta yang telah dipangkas sebesar Rp 5,4 miliar dan akan dinaikkan lagi menjadi Rp 7 miliar.

Fokki mengatakan problem mendasar warga saat pandemi sekarang tak lain menjaga kedisplinan stay at home demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan menjaga ketahahan pangan masyarakat upaya itu memungkinkan terwujud.

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi membantah jika stok pangan khususnya beras di Kota Yogya hanya mencukupi kebutuhan warga sampai empat hari saja.

"Stok pangan di Yogya masih mencukupi sampai tiga hingga empat bulan ke depan. Jelang puasa dan lebaran pun masih akan ada penambahan stok," ujarnya.

Heroe mengatakan beras stok yang dikelola Dinas Pertanian dan Pangan itu hanya cadangan beras. Peruntukannya untuk menstabilkan harga saja agar tidak terjadi inflasi. Namun bisa digunakan untuk keperluan darurat. 

"Kondisi di Yogya stok pangan belum darurat dan masih sangat cukup," ujarnya.

Walaupun beras cadangan itu bisa dipakai untuk kepentingan penanggulangan Covid-19 dengan surat keputusan dari walikota.

Heroe mengatakan bantuan sosial juga siap dibagikan ke masyarakat.  Tahap pertama penyaluran bantuan sebesar Rp 12 miliar juga sudah dikucurkan untuk pembelian alat kesehatan, alat pelindung diri dan sebagian untuk upaya pencegahan sebaran virus Corona serta pemberian gizi kepada tim
medis dan penderita Covid 19.

"Saat ini kami juga sudah alokasikan  dana tak terduga sebesar Rp 50 miliar untuk penanganan kesehatan, dampak ekonomi, dan jaring pengaman sosial," ujarnya.

Pemerintah kota juga merampungkam redesain anggaran APBD untuk keperluan penanggulangan wabah sehingga keseluruhan dana pemkot Yogya yang siap Rp 167 miliar lebih.

"Kami belum mendistribusikan bantuan karena masih mensinkronkan data sasaran dengan pemerintah DIY dan Pemerintah Pusat. Agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya.

(Sal/Dir)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment