Seva Paramahita Award 2026, BPJS Kesehatan Cabang Sleman Apresiasi 9 Faskes Berkomitmen
WARTAJOGJA.ID: BPJS Kesehatan
menggelar penganugerahan Seva Paramahita Award 2026 sebagai bentuk apresiasi
kepada fasilitas kesehatan yang berkomitmen memberikan pelayanan berkualitas
serta menunjukkan kinerja terbaik dalam mendukung Program Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN). Mengusung semangat gotong royong, kegiatan ini dihadiri oleh 28
peserta yang terdiri dari perwakilan fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan serta
perwakilan organisasi profesi dan asosiasi fasilitas pelayanan kesehatan,
Selasa (15/09).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman,
Wahyudi Putra Pujianto menyampaikan bahwa Seva Paramahita Award merupakan
bentuk penghargaan atas komitmen fasiltas kesehatan dalam meningkatkan mutu
layanan yang berdampak pada kepuasan peserta JKN.
“Penghargaan
ini merupakan bentuk apresiasi kepada fasilitas kesehatan yang berkomitmen mendukung Program JKN melalui upaya peningkatan mutu
pelayanan. Harapannya, peningkatan mutu tersebut dapat memberikan dampak
positif terhadap kepuasan
peserta JKN,” ujar Wahyudi.
Ia menjelaskan, terdapat dua aspek utama
yang menjadi dasar penilaian kinerja fasilitas kesehatan, yaitu komitmen
kendali mutu dan komitmen kendali biaya. Kedua aspek tersebut dijabarkan ke
dalam sejumlah indikator yang mencerminkan kualitas pelayanan dan efektivitas
penyelenggaraan Program JKN.
Pada gelaran Seva Paramahita Award 2026,
BPJS Kesehatan Cabang Sleman memberikan apresiasi kepada fasilitas kesehatan
berkomitmen dalam pelayanan kesehatan Program JKN tingkat Kantor Cabang Sleman
Tahun 2026. Penghargaan diberikan kepada empat Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama (FKTP) dan lima Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL)
dalam sejumlah kategori.
Adapun penerima apresiasi Fasilitas
Kesehatan Berkomitmen dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN Tingkat Kantor
Cabang Sleman Tahun 2026 untuk kategori Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
(FKTP) meliputi Tempat Praktik Mandiri Dokter yang diraih dr. Siti Rahayu,
Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi diraih drg. Sri Herwindra Ratna, Klinik
Pratama diraih Klinik Sayang Keluarga, serta Puskesmas diraih Puskesmas Godean
I.
Sementara itu, untuk kategori Fasilitas
Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), penghargaan diraih RSUP Dr.
Sardjito untuk kategori Rumah Sakit Tipe A, RS Akademik UGM untuk kategori
Rumah Sakit Tipe B, RSU Sakinan Idaman untuk kategori Rumah Sakit Tipe C, RS
Panti Nugroho untuk kategori Rumah Sakit Tipe D, serta RSKIA Sadewa untuk
kategori Rumah Sakit Khusus.
Wahyudi menekankan pentingnya makna
gotong royong yang menjadi tema utama pada gelaran tahun ini. Menurut dia, tema
tersebut menjadi pengingat bahwa Program JKN tidak mungkin dijalankan oleh BPJS
Kesehatan sendirian tanpa dukungan kemitraan strategis dari fasilitas
kesehatan.
“JKN
adalah kerja bersama dan membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem. Program ini bukan hanya milik BPJS Kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab
bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Sesuai dengan tema
Seva Paramahita Award tahun ini, mari kita terus memperkuat gotong royong untuk
jaminan kesehatan yang berkualitas,
inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Wahyudi.
Ia berharap fasilitas kesehatan yang
menerima penghargaan dapat menjadi panutan sekaligus sarana penyebarluasan
praktik terbaik dalam peningkatan mutu layanan. Dengan demikian, pengalaman dan
inovasi yang telah diterapkan dapat menjadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan
lainnya.
“Selamat
kepada seluruh penerima penghargaan. Kami berharap fasilitas
kesehatan terpilih dapat menjadi role model
dan menularkan praktik terbaik kepada fasilitas kesehatan lainnya. Semoga
penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh fasilitas kesehatan untuk terus tumbuh dan berkembang melalui
kompetisi yang positif,” tutur Wahyudi.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas
dedikasi, inovasi, dan kerja keras seluruh fasilitas kesehatan dalam mendukung
penyelenggaraan Program JKN.
“Semoga seluruh upaya yang telah terbangun
dapat terus kita tingkatkan sehingga masyarakat di
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dapat merasakan pelayanan JKN yang semakin mudah, cepat, setara,
berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan
Daerah Istimewa Yogyakarta, Gregorius Anung Trihadi, menyampaikan apresiasi
terhadap penyelenggaraan penghargaan bagi fasilitas kesehatan yang berkomitmen
dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurut Anung, komitmen
pelayanan kesehatan perlu dilihat dari berbagai perspektif, baik regulator,
penjamin, maupun pasien. Dari sisi regulator, mutu pelayanan dan keselamatan
pasien menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan kualitas
fasilitas pelayanan kesehatan.
“Komitmen dalam memberikan pelayanan tentunya menjadi perhatian dari sisi regulator, penjamin, dan pasien. Kalau dari sisi kami sebagai regulator, tidak terlepas dari mutu pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya. Pada akhirnya, seluruh indikator yang dinilai bermuara pada bagaimana memberikan pelayanan yang optimal, berorientasi kepada pasien, serta menjamin mutu dan keselamatan pasien,” ujar Anung.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta bersama pemerintah kabupaten/kota berkomitmen
memastikan fasilitas pelayanan kesehatan memenuhi standar pelayanan minimal dan
terus meningkatkan kualitas layanan.
Post a Comment