News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sudah Saatnya UMKM Jogja Berani Ekspor: Jualan Luar Negeri Kini Semudah Main Sosmed

Sudah Saatnya UMKM Jogja Berani Ekspor: Jualan Luar Negeri Kini Semudah Main Sosmed


WARTAJOGJA.ID — Anggapan bahwa aktivitas ekspor hanya bisa dilakukan oleh perusahaan berskala besar dengan volume barang berton-ton kini mulai dipatahkan. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta terus didorong untuk berani melangkah ke pasar mancanegara melalui metode ekspor satuan yang praktis.

​Dengan memanfaatkan penetrasi pasar digital dan moda pengiriman retail, pengiriman barang kreatif khas Yogyakarta ke luar negeri kini dinilai tidak berbeda jauh dari aktivitas transaksi harian di media sosial atau marketplace lokal.

​Perubahan cara pandang ini mengemuka dalam diskusi RoofTalk #6 bertajuk "Semua Bisa Ekspor: Cara Mudah Ekspor Satuan Tanpa Ribet" yang diselenggarakan oleh Jogja Lintas Komunitas (Jogjalink) bersama Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta di Rooftop Pasar Prawirotaman, Jumat (31/7/2026).

​Founder Jogjalink, Ibnu Prabowo, mengungkapkan bahwa hambatan terbesar pelaku usaha lokal selama ini adalah rasa ragu serta bayang-bayang kerumitan aturan pabean. Padahal, modal dasar untuk menembus pasar luar negeri sebenarnya sudah dimiliki oleh banyak generasi muda di Kota Pelajar.


​"Kami ingin men-trigger para UMKM bahwa ekspor itu tidak semenakutkan yang dibayangkan. Selama ini dipikirnya harus punya PT, harus kontaineran. Sekarang, ekspor satuan pun sangat bisa dilakukan. Kalau orang bisa posting sesuatu di media sosial seperti Facebook, itu sebenarnya modal paling awal untuk bisa ekspor," kata Ibnu Prabowo.

​Melalui gerakan "Satu Rumah Satu Eksportir" yang diinisiasi lewat platform Semuabisa.org, Ibnu optimistis Kota Yogyakarta yang kaya akan produk handicraft, home decor, herbal, kerajinan bambu, hingga aksesori perak mampu menjelma menjadi Trade City. Negara tujuannya pun sangat terbuka lebar, mencakup Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Inggris, hingga Australia.

​"Kota Yogya ini kaya khazanah handicraft, herbal, hingga produk lokal kreatif lainnya yang punya nilai jual tinggi di pasar dunia. Tantangannya ada pada eksekusi dan kemampuan monetisasi. Karena itu, literasi ekspor yang mudah dan langsung eksekusi ini penting kita masifkan," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Praktisi Ekspor dari Semuabisa.org, Anton Sugiarto, menekankan pentingnya menghapus mental block pelaku usaha terhadap kerumitan birokrasi dan izin pabean. Ia membuktikan bahwa fasilitasi ekspor satuan saat ini sudah memungkinkan pengiriman barang hingga ke lebih dari 165 negara dengan alur yang ringkas.


​"Prinsipnya ekspor dibuat semudah jualan di marketplace. Tinggal posting, produk dilihat calon pembeli, lalu order datang. Bahkan pengalaman kami, kirim barang satuan ke London bisa sampai dalam waktu tiga hari tanpa kerumitan Bea Cukai," pamer Anton Sugiarto.

​Ia menaruh harapan besar pada kolaborasi strategis bersama Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta agar pendampingan ini bisa menjangkau para pedagang secara masif hingga ke tingkat pasar tradisional.

​"Harapan kami Pemkot bisa menjadi partner strategis untuk mendampingi pelaku usaha secara masif. Jika ekosistem ini terbentuk, impian mewujudkan gerakan ekspor dari rumah seperti yang diterapkan di negara-negara maju dapat terealisasi di Kota Yogyakarta," tutup Anton.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment