News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tak Hanya Vaksin Covid-19, Yogyakarta Juga Genjot Vaksin Rabies

Tak Hanya Vaksin Covid-19, Yogyakarta Juga Genjot Vaksin Rabies


Ilustrasi vaksin rabies (ist)


Yogyakarta: Di tengah gencarnya vaksinasi Covid-19, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menggenjot vaksinasi rabies di 45 kelurahan mulai pekan pertama September.

"Vaksinasi rabies tahun ini kami menyasar anjing, kucing dan kera," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Suyana 1 September 2021.

Proses vaksinasi rabies di Kota Yogyakarta ini akan digelar
6 hingga 24 September dan menyediakan kuota sebanyak 2.300 dosis vaksin. Hingga 31 Agustus sudah terisi sebanyak 150 pendaftar.

Suyana mengungkap vaksinasi rabies ini untuk mencegah penyakit rabies berkembang dan menjaga status bebas rabies di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Vaksinasi rabies di 45 kelurahan diatur sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditetapkan agar tetap patuh protokol kesehatan karena masih pandemi Covid-19," ungkap Suyana.

Agar tak terjadi kerumunan, lokasi vaksinasi akan mengambil tempat seperti ruang terbuka hijau, balai rukun warga dan tempat yang memadai termasuk di poliklinik hewan yang diampu Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta.

"Vaksinasi rabies ini gratis dan dapat diakses di 10 tempat praktik dokter hewan di Kota Yogyakarta," kata Suyana.

Pada gelaran vaksinasi tahun ini,  vaksinasi tidak hanya semata disebar di seluruh kelurahan namun juga menggandeng persatuan dokter hewan Indonesia (PDHI) untuk membantu vaksinasi rabies di sepuluh tempat praktik dokter hewan dengan stok vaksin dari pemerintah.

"Jadi waktu vaksinasi bisa lebih panjang dan memudahkan masyarakat untuk mengakses,” kata Suyana.

Suyana mengatakan vaksinasi bebas rabies di tingkat provinsi DIY akan digelar lebih lama yakni mulai 6 September sampai 30 Oktober 2021.

Meski provinsi DIY menjadi salah satu dari delapan provinsi di Indonesia yang dinyatakan bebas dari rabies, namun masih ada 26 provinsi lain di tanah air belum bebas dari rabies.

“Yogyakarta sampai saat ini masih berstatus  bebas rabies sehingga harus dijaga agar rabies tidak berkembang lagi," kata dia.

Syarat vaksinasi rabies ini hanya untuk hewan yang tinggal di Kota Yogyakarta. Sebelum divaksin hewan harus dalam kondisi sehat dan diusahakan diberikan obat cacing seminggu sebelum proses vaksinasi untuk menjaga kesehatannya.

"Hewan yang divaksin juga tidak sedang bunting dan menyusui," kata dia.

Suyana mengatakan penyakit rabies cukup berbahaya karena sifatnya selulosa dari hewan bisa menularkan kepada manusia. 

Selama ini di Kota Yogyakarta sempat beberapa kali terjadi kasus gigitan anjing. Namun setelah dicek bersama Balai Kesehatan Veteriner hasilnya tidak menunjukkan rabies.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sri Panggarti menambahkan saat pelaksanaan vaksinasi rabies pemilik hewan wajib membawa kartu tanda penduduk (KTP). Bagi warga domisili kota yang akan mengakses vaksin wajib membawa surat keterangan domisili.

“Kami juga bekerja sama dengan komunitas pecinta hewan yang memiliki shelter dan merawat anjing kucing liar, kami juga akan berikan vaksinasi rabies,” kata Sri. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment