News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Setelah Hampir 4 Bulan, Covid-19 Yogya Pecah Rekor di Bawah 200 Kasus

Setelah Hampir 4 Bulan, Covid-19 Yogya Pecah Rekor di Bawah 200 Kasus


Ilustrasi Yogyakarta

Yogyakarta: Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat penurunan kasus harian Covid-19 kian signifikan pada Senin 6 September 2021 ini.
Covid-19 baru harian yang dilaporkan pekan pertama September ini, pecah rekor terendah di bawah 200 kasus per hari. Setelah nyaris empat bulan atau sejak akhir Mei lalu kasus terus melonjak tajam di DIY hingga mendekati 3000 kasus sehari.  
“Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY hari ini sebanyak 198 kasus, positivity rate harian per tanggal 6 September ini sebesar 4,69 persen,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih Senin.
Angka di bawah 200 kasus ini terakhir terjadi di DIY pada 31 Mei lalu, di mana saat itu kasus baru tercatat 158 kasus dan diselingi pada 5 Juni sebanyak 150 kasus dalam sehari.
Secara keseluruhan, memasuki Juni itu, kasus di DIY mulai konstan naik di atas 200, lalu di atas 300, di atas 400 hingga di atas 800 kasus sehari dan tambah menggila jadi di atas 1.000- 2.000 kasus dalam sehari sepanjang Juli. 
Berty mengungkap pula kasus aktif di DIY kini tersisa 8.127 kasus. Menurunnya kasus aktif ini didesak penambahan kasus sembuh yang signifikan sebanyak 648 kasus, yang selisih jauh dengan tambahan kasus baru harian.
“Namun hari ini masih terus terjadi penambahan kasus meninggal akibat Covid-19, yakni sebanyak 15 kasus, sehingga total kasus meninggal dunia secara keseluruhan menjadi  4.984 kasus,” ujar Berty.
Sekretaris DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan semakin membaiknya perkembangan Covid-19 DIY bisa jadi tak berkorelasi langsung dengan penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang saat ini statusnya masih Level 4.
“Sebelum ini kasus di DIY juga turun, namun pemerintah pusat tidak bisa serta merta menurunkan status level PPKM di DIY dari Level 4 ke Level 3, karena melihat DIY sebagai wilayah aglomerasi,” kata Aji.
Maksud Aji dengan keberadaan DIY sebagai wilayah aglomerasi, kondisi satu kabupaten/kota dengan yang lain saling berdekatan dan saling terkait. Selain itu, wilayah DIY yang tidak terlalu tidak luas membuat potensi untuk saling berhubungan dalam mobilitas sangat besar.
“Posisi kabupaten/kota di DIY saling berdekatan, meskipun tidak semua berada di zona merah, namun saling berhubungan maka pemerintah pusat kemarin memutuskan DIY tetap di Level 4 untuk menekan penularan,” ujarnya. (Dho/Bya)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment