News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tak Hanya Disegel Paksa, Salon dan Spa Yogya Yang Nekat Buka Dipasangi Garis Polisi

Tak Hanya Disegel Paksa, Salon dan Spa Yogya Yang Nekat Buka Dipasangi Garis Polisi


Razia salon dan spa saat PPKM Darurat di Yogyakarta


Yogyakarta: Tempat kebugaran seperti spa, pijat refleksi hingga salon di Yogyakarta selama ini banyak bertebaran dan memiliki masing-masing pelanggan dari berbagai daerah. 

Saat musim liburan, para pelancong memadati tempat-tempat kebugaran dan kecantikan itu. Mulai yang ada di lereng Merapi sampai kawasan selatan Yogya.

Namun selama tujuh hari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Yogyakarta berjalan, tetap masih ada saja kelompok usaha itu yang tak mematuhinya.

Petugas operasi gabungan dari TNI, Polda DIY dan Satuan Polisi Pamong Praja DIY pun terpaksa menindak tegas para pelaku usaha itu karena masih nekat menerima tamu.

"Ada delapan tempat salon dan spa yang melanggar Instruksi Gubernur nomor 1 tahun 2021 tentang PPKM Darurat, sehingga kami segel paksa," ujar Kepala Bidang Humas Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto Senin 12 Juli 2021.

Tak hanya disegel paksa, tempat-tempat usaha yang melanggar itu juga dipasangi garis polisi dan papan keterangan yang menjelaskan bahwa usaha itu ditutup.

Yuli mengatakan pelaku usaha tersebut melanggar Instruksi Gubernur DIY No 1 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat di DIY. Khususnya poin kesembilan huruf F yang menyatakan bahwa seluruh tempat hiburan, karaoke, salon, spa, dan sejenisnya ditutup sementara.

Delapan salon dan spa itu masing-masing enam tempat di Kabupaten Sleman, satu tempat di Kota Yogyakarta dan satu sisanya di Kabupaten Bantul.

Yuli mengatakan pemerintah telah berupaya menyeimbangkan antara penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Namun jika dari kebijakan tersebut masih ada yang melanggar maka akan dikenakan sanksi tegas.

"Sanksi tegas akan diberikan bagi pelaku usaha yang melanggar," kata Yuli.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY Berty Murtiningsih mengatakan situasi Covid-19 di DIY pada Senin 12 Juli 2021 masih mengkhawatirkan.

"Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19  di DIY hari ini sebanyak 1.731 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 77.994 kasus," kata Berty.

Sedangkan penambahan kasus meninggal sebanyak 47 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 2.026 kasus.

Berty mengatakan distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota hari ini masih disumbang terbesar dari kawasan Kartamantul yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Sleman.

Kota Yogyakarta menyumbang 348 kasus baru, Kabupaten Bantul 677 kasus baru, dan Kabupaten Sleman 340 kasus baru. Sedangkan untuk Kabupaten Kulon Progo menyumbang 123 kasus baru dan  Kabupaten Gunungkidul 243 kasus baru. (Vin)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment