News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pertokoan, Destinasi, Sampai Kantong Parkir Wisata di Yogya Ditutup Hari Pertama PPKM Darurat

Pertokoan, Destinasi, Sampai Kantong Parkir Wisata di Yogya Ditutup Hari Pertama PPKM Darurat

 

Suasana Malioboro PPKM Darurat hari pertama Sabtu (3/7)

Yogyakarta : Penerapan hari pertama Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Sabtu 3 Juli di Kota Yogyakarta sempat diwarnai kontrasnya kondisi di lapangan.

Jalanan di pusat perkotaan khususnya Malioboro, Mangkubumi, Jalan Solo, Kusumanegara hingga Jalan Jenderal Soedirman masih padat kendaraan masyarakat yang berpergian.

Meski jalanan ramai, pusat-pusat perbelanjaan seperti mall dan pertokoan yang tak menjual barang kebutuhan sehari-hari mayoritas telah tutup.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengaku pada hari pertama PPKM Darurat sebagian besar pelaku usaha sudah tertib menjalankan instruksi yang dibuat demi mencegah penularan kasus Covid-19.

“Tapi memang masih ada beberapa pelaku usaha sektor non esensial juga PKL yang belum memahami aturan, langsung diminta petugas menutup usahanya atau kami yang tutup paksa,” kata Heroe.

Untuk kawasan pusat kunjungan wisata Malioboro sendiri semua pedagang kaki lima (PKL) sudah menutup usahanya. Baik di sisi barat atau timur jalan.

Sedangkan pantauan di Pasar Beringharjo yang ada di Jalan Malioboro petugas masih menemui sejumlah pedagang batik, pakaian dan bukan keperluan sehari-hari yang nekat berjualan. Namun akhirnya tunduk dan ikut menutup lapaknya.

“Hari pertama PPKM Darurat ini sebagian pelaku usaha memang benar benar belum tahu aturan secara detail, jadi kami anggap pengkondisian, tapi setelah dijelaskan mereka mengikuti,” ujarnya.

Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan selain telah menutup semua destinasi wisata juga menutup semua kantong parkir yang dikelola pemerintah.

“Kantong parkir pemerintah yang ditutup itu mulai di Kawasan Malioboro, Titik Nol Kilometer, sampai Keraton Yogyakarta,” kata Heroe.

Untuk memastikan tak ada pelanggaran, Heroe menatakan telah menginstruksikan petugas di level kecamatan dan keluarahan menerjunkan satgas melakukan operasi dan patroli minimal tiga kali sehari.

“Kami minta semua satgas turun, memantau semua mall, supermarket, pasar, cafe, restoran, PKL hingga angkringan di wilayahnya. Termasuk warga yang membuat kegiatan kerumunan,” kata dia.

Untuk restoran atau cafe yang ada di dalam mall masih boleh beroperasi namun hanya melayani take away atau bawa pulang.

Heroe mengatakan penertiban kawasan kota secara keseluruhan tetap difokuskan utamanya di wilayah yang paling banyak disambangi wisatawan yakni kawasan Gumaton atau Tugu, Malioboro sampai Kraton.

“Kami akan siapkan juga titik penyekatan di jalan-jalan masuk kota Yogyakarta, baik di Jalan Uripsumoharjo, Jalan Magelang, simpang Wirobrajan, Jalan Parangtritis dan Jalan Gedongkuning,” ujar Heroe.

Penyekatan ini untuk menyaring orang luar yang datang memasuki Kota Yogyakarta. Setidaknya mereka harus bisa menunjukkan kartu identitas, kartu tanda sudah vaksinasi, dan kartu antigen negatif yang masih berlaku.

“Yang datang ke Kota Yogya itu harus bisa menjelaskan tujuannya, sebab semua destinasi wisata tutup, harus ada penyaringan orang yang masuk,” kata dia.

Ketua Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma, Rudiarto menyatakan siap mematuhi aturan PPKM darurat yang diatur melaui Instruksi Gubernur DIY maupun Instruksi Wali Kota Yogyakarta.

"Kami imbau kepada segenap anggota koperasi Tri Dharma untuk dapat melaksanakan ketentuan sesuai instruksi tersebut," kata Rudiarto.

Rudiarto mengimbau para anggotanya yang tidak berjualan di Malioboro juga tidak berpergian sementara waktu melainkan tetap berada di rumah selama 3-20 Juli 2021.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan belum semua pedagang maupun pelaku usaha belum memahami aturan terbaru soal PPKM Darurat ino.

"Untuk hari pertama ini kami patroli namun tetap sambil sosialisasi aturan ini,” kata dia.

Agus mengatakan, sosialisasi hanya hari pertama saja dengan asumsi para pelaku usaha belum mengetahui. Namun jika hari berikutnya masih nekat melanggar akan ditutup paksa tanpa basa basi lagi.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment