News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Nyaris SHari Ke 4 PPKM Darurat di Yogya, Ratusan Warung Sampai Toko Ditutup Paksa

Nyaris SHari Ke 4 PPKM Darurat di Yogya, Ratusan Warung Sampai Toko Ditutup Paksa


Ilustrasi razia di Yogyakarta (ist)


WARTAJOGJA.ID  : Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Noviar Rahmad menuturkan selama empat hari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah itu, 3-6 Juli 2021 nyaris ada seribu kasus pelanggaran yang ditemukan.
Pelanggaran pembatasan itu ditemukan di berbagai sektor usaha mulai dari destinasi wisata, tempat hiburan, cafe/karaoke, warung makan, pedagang kaki lima (PKL), pertokoan, kegiatan hajatan, seni budaya, olahraga, juga area publik.
“Total pelanggaran selama PPKM Darurat empat hari pertama 946 kasus di lima kabupaten/kota di DIY,” kata Noviar yang juga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DIY, Rabu 7 Juli 2021.
Dari seluruh pelanggaran itu, Noviar menyatakan ada dua jenis tindakan diterapkan yakni teguran atau peringatan atau  pembubaran dan kedua langsung langkah penutupan atau penyegelan pelaku yang melanggar.
Penutupan atau penyegelan paling banyak dilakukan salah satunya pelaku usaha warung makan atau restoran. Jumlahnya mencapai 140 tempat usaha yang ditutup paksa. Sedangkan sebanyak 91 warung makan lain yang melanggar juga dibubarkan aktivitasnya saja dengan memindahkan kursi-kursinya ke meja agar tidak diduduki lagi.
 "Warung atau rumah makan ketentuannya harus delivery dan take away, tak bisa makan di tempat,” kata Noviar.
Selain itu, sebanyak 22 pertokoan sektor esensial atau menjual kebutuhan sehari-hari juga ditutup paksa sedangkan yang dibubarkan aktivitasnya ada sebanyak 40 toko.
Noviar menuturkan, petugas juga membubarkan aktvitas keramaian di 175 cafe dan karaoke. Ada pula 86 PKL yang dibubarkan dan delapan PKL ditutup paksa lapaknya karena membandel. 
Noviar mengatakan selama empat hari PPKM Darurat ini pihaknya juga telah menutup 312 tempat usaha non-esensial yang masih tetap nekat beroperasi. 
"Kami langsung tutup untuk sektor non-esensial karena batas sudah sosialisasi PPKM Darurat sudah dilakukan dua hari tanggal 1-2 Juli lalu, tak ada alasan tidak tahu," ujarnya.
Berbagai alasan pelaku usaha sektor non esensial itu mencoba untuk beroperasi. Misalanya sebuah pet shop tetap buka karena menjual makanan kucing. Dengan alasan makanan itu bagian kebutuhan esensial kucing. Juga bengkel sepeda motor dan onderdil dengan alasan antisipasi jika kendaraan warga ada yang rusak.
“Kalau alasannya semua dikait-kaitkan, ya nanti yang punya bisnis jual makanan ikan juga akan mengatakan itu sektor esensial ikan,” kata Noviar.
Dalam sehari, Satpol PP se-DIY rata-rata menerima 150-an aduan pelanggaran protokol kesehatan dari masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menuturkan selama masa PPKM Darurat seluruh destinasi wisata di DIY yang dikelola pemerintah, swasta dan masyarakat tutup terhitung 3 - 20 Juli 2021.
“Penuturpan ini diharapkan membawa dampak yang besar, khususnya pada penurunan transmisi dan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY,” kata dia.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment