News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Covid-19 Yogya Lampaui 1.800 Kasus Sehari, Bed Isolasi RS Tersisa 1,65 % !

Covid-19 Yogya Lampaui 1.800 Kasus Sehari, Bed Isolasi RS Tersisa 1,65 % !


Ilustrasi Covid-19

WARTAJOGJA.ID : Temuan penularan kasus Covid-19 baru di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kian mengkhawatirkan.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mencatat terjadi rekor baru penularan Covid-19 pada Sabtu ini dengan angka lebih dari 1.800 orang hanya dalam sehari pada Sabtu 10 Juli 2021.

"Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19  di DIY hari ini sebanyak 1.809 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 74.368 kasus," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih Sabtu.

Yang mengkhawatirkan, keterpakaian ranjang rumah sakit (BPR) kian menipis. Untuk BOR Isolasi sudah mencapai 98 35 persen atau hanya tersisa 1,65 persen atau hanya tersisa 22 ranjang saja dari yang disediakan di 27 rumah sakit rujukan se DIY. 

"Dari total ranjang isolasi sebanyak 1.334 unit sudah terpakai 1.312 ranjang," kata Berty.

Sedangkan untuk keterpakaian ranjang ICU sudah mencapai 82,19 persen. Dari total 146 ranjang ICU sudah terpakai 120 ranjang atau hanya tersisa 26 ranjang saja.

Sumbangan kasus baru terbesar hari ini di DIY berasal dari Kota Yogyakarta sebanyak 565 kasus disusul Kabupaten Sleman 548 kasus. Adapun sumbangan kasus baru dari Kabupaten Bantul sebanyak 357 kasus, Kabupaten Gunungkidul 251 kasus, dan Kabupaten Kulon Progo 88 kasus.

"Dengan lonjakan kasus hari ini jumlah kasus aktif di DIY menjadi 17.501 kasus," ujarnya.

Di mana tambahan kasus meninggal sebanyak 37 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi  1.929 kasus.

"Total kasus sembuh sebanyak 54.938 kasus," kata Berty.

Riwayat penularan terbesar tetap berasal dari hasil tracing kontak kasus positif yakni sebanyak 1.507  kasus disusul hasil periksa mandiri  258 kasus, skrining karyawan kesehatan 19 kasus dan belum diketahui informasinya 25 kasus.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment