News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Yogya Terus Diwarnai Kasus Nuthuk Wisatawan, Sultan HB X Wanti-Wanti Potensi Korupsi

Yogya Terus Diwarnai Kasus Nuthuk Wisatawan, Sultan HB X Wanti-Wanti Potensi Korupsi

 Sultan Hamengku Buwono X (ist)

WARTAJOGJA.ID : Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyoroti sejumlah kasus nuthuk atau memungut harga tak wajar di sejumlah wilayah yang terjadi belakangan ini.

Mulai dari kasus viral wisatawan yang mengeluhkan harga pecel lele di sirip Jalan Malioboro, parkir liar di dekat Kebun Binatang Gembira Loka dan Titik Nol Kilometer, juga perilaku pedagang kaki lima Malioboro yang kasar ketika ada wisatawan menawar harga.

Selain itu awal pekan ini juga viral kasus wisatawan yang dipaksa menyewa jip saat hendak menyambangi destinasi petilasan mantan juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di Sleman

“Biar tidak ribut terus soal kasus nuthuk harga ini, pemerintah kabupaten/kota seharusnya mewajibkan punya daftar makanan dan harga yang sewajarnya,” kata Sultan HB X Rabu 2 Juni 2021.

Sultan meminta kasus nuthuk harga ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Pemerintah provinsi, ujar Sultan, tidak bisa intervensi jauh soal ini karena kejadian kasus nuthuk harga itu di kabupaten/kota.

“Saya minta dipastikan, kalau ada orang mau orang belanja, barang dagangan dan harga yang tercantum itu fair, karena kalau tidak wajar pasti ribut,” kata Sultan.

Sultan menyoroti dampak ketika di lapangan ketidakjelasan harga dan tarif di sektor destinasi itu terus berlangsung. Bukan hanya citra buruk yang akan tersemat bagi Yogya. Namun juga bisa memicu potensi korupsi.

“Jika sesuatunya serba jelas, tentu akan ada kemudahan kalau bicara pajak retribusi, tapi kalau harga dagangan tidak jelas, retribusi juga tidak jelas dan pekerjaan seperti itu paling rawan dikorupsi,” kata Sultan. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment