News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sleman Aktifkan Hampir 100 Shelter Baru Tangani Lonjakan Covid-19

Sleman Aktifkan Hampir 100 Shelter Baru Tangani Lonjakan Covid-19


Shelter Asrama Haji Sleman (ist)


WARTAJOGJA.ID: Pemerintah Kabupaten Sleman mengerahkan hampir 100 unit shelter karantina tambahan untuk menampung lonjakan pasien positif Covid-19 yang terjadi di wilayahnya.

Sleman, yang ditetapkan Gugus Tugas Covid-19 sebagai zona merah penularan, hingga hari ini masih menjadi penyumbang penularan terbanyak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Saat ini sudah kami instruksikan 86 desa di Sleman mulai mengaktifkan shelter di lokasi masing-masing. Ada sekitar 96 shelter tambahan yang sudah bisa dipakai untuk isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan," kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo Rabu 30 Juni 2021.

Shelter di setiap desa itu memanfaatkan berbagai ruang bangunan. Mulai dari gedung sekolah, balai desa, puskesmas pembantu, gedung olahraga (GOR), hingga barak pengungsian.

"Di setiap desa tidak hanya satu gedung yang digunakan untuk shelter, tapi sekitar dua hingga tiga bangunan dan yang utama setiap ruang isolasi memiliki kamar mandi sendiri untuk meminimalkan penularan virus," kata dia.

Setiap shelter di desa itu bisa menampung lima hingga sepuluh orang. Hanya saja, selain untuk isolasi, shelter juga bisa difungsikan sebagai tempat masyarakat yang sedang menunggu hasil tes PCR agar tidak berpergian sampai hasil tes-nya diketahui.

"Melalui shelter ini langkah isolasi pasien Covid-19 bisa dilakukan berjenjang. Saat shelter desa sudah penuh, maka bisa menempati shelter tingkat kabupaten," kata dia.

Warga yang menghuni shelter-shelter itu akan dibantu pasokan logistik-nya melalui dinas sosial.

"Saat ini di setiap desa juga sudah membentuk fasilitas layanan kesehatan terpusat untuk memantau pasien di tiap shelter wilayahnya," kata Kustini.

Pengaktifan shelter karantina di desa-desa itu, ujar Kustini, untuk mengatasi lonjakan kasus baru yang dalam waktu dua pekan ini meningkat drastis.

Lonjakan kasus harian yang berulang kali tembus di atas 300 kasus tersebut tak urung membuat kapasitas fasilitas kesehatan yang ada kian penuh.

Dinas Kesehatan Sleman sendiri melansir per 28 Juni lalu fasilitas isolasi mandiri seperti Asrama Haji, Rusunawa Gemawang, Asrama Unisa dan Asrama UII sudah terisi sekitar 70 persen pasien. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment