News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemkot Yogya Limpahkan Kasus Juru Parkir Nuthuk Dekat Malioboro Ke Polres

Pemkot Yogya Limpahkan Kasus Juru Parkir Nuthuk Dekat Malioboro Ke Polres


Karcis ilegal yang memungut tarif parkir mobil Rp 20 ribu di barat Titik Nol Yogya yang viral (ist)

WARTAJOGJA.ID : Kasus parkir nuthuk atau memungut tarif tak sesuai ketentuan berlaku yang viral di Jalan Kyai Ahmad Dahlan Kota Yogyakarta atau dekat kawasan Malioboro berhasil terungkap dan dilimpahkan ke kepolisian.

"Semalam setelah diintai petugas Dinas Perhubungan cukup lama, orang-orang yang menarik pungutan parkir itu akhirnya berhasil kami tangkap dan diserahkan ke kepolisian untuk diproses hukum," kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi Selasa 1 Juni 2021.

Sebelumnya kasus nuthuk parkir itu sempat viral di media sosial pada Senin 31 Mei 2021 lalu. Seorang warga asal Yogya usai silaturahmi dengan kerabatnya di kawasan Titik Nol Kilometer, ujung jalan Malioboro, kaget setelah dipungut parkir sebesar Rp 20.000. 

Warga itu memarkir mobilnya di sebuah lahan sisi barat Titik Nol Kilometer yang bukan area parkir resmi. Lalu disodori dan dipaksa membayar nominal sesuai tertera di karcis parkir yang dibuat oknum juru parkir tersebut dengan nominal Rp 20.000.

Heroe mengatakan lahan yang digunakan usaha parkir itu bukan area resmi. Tarif yang dipungut pun jauh di luar ketentuan peraturan daerah yang berlaku untuk mobil.

"Pungutan parkir di lahan itu tidak berijin dan tidak punya legalitas, jadi masuk kategori pungli (pungutan liar)," katanya.

Sehingga penanganan kasus itu diserahkan ke tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Resor Kota Yogya

"Orang-orang itu melakukan pungutan liar, dengan bertindak seolah petugas parkir yang berijin," kata dia.

Penangkapan juru parkir ilegal itu sempat diwarnai kucing-kucingan.
Sebab para pelaku ini saat ada petugas Dinas Perhubungan melintas dan mengawasi, mereka selalu menghilang alias tidak ada di tempat.

"Tapi begitu patroli petugas berlalu,  mereka langsung muncul dan mulai mengatur parkir di tempat yang tidak diperbolehkan itu," kata Heroe.

Heroe mengimbau agar wisatawan saat menyambangi Kota Yogya tidak segan bertanya kepada petugas parkir dimanapun. Dan jika mengalami kejadian yang dinilai janggal seperti pungutan liar agar secepatnya melapor ke petugas terdekat.

"Sebab untuk destinasi wisata, termasuk kawasan Malioboro, selalu ada petugas yang patroli," kata dia. 

Baik petugas Jogo Malioboro, Satuan Polisi Pamong Praja, maupun petugas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta. 

"Para petugas ini akan membantu para wisatawan," kata dia.

Selain itu Heroe mengimbau saat memarkir kendaraan, wisatawan parkir di tempat resmi yang tersedia di seputaran Kawasan Malioboro.

Mulai Taman Khusus Parkir Abu Bakar Ali, sebelah barat Hotel Melia Purosani, seputaran Sriwedari dan Pasar Beringharjo. Ada pula area parkir resmi di seputaran Jalan Pajeksan dan sejumlah tempat lainnya.

Aktivis Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta Baharudin Kamba mengatakan pengawasan atas Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2 tahun 2019 tentang Perparkiran mustinya diperketat.

"Praktek parkir nuthuk ini sudah berulang kali terjadi, padahal sesuai  perda itu tarif parkir resmi di Kota Yogyakarta Rp 5 ribu untuk mobil Rp 2 ribu untuk sepeda motor, namun di lapangan banyak tak sesuai ketentuan," ujarnya. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment