News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Klaster Bermunculan, Sleman Instruksikan Tiap Desa Bentuk Shelter

Klaster Bermunculan, Sleman Instruksikan Tiap Desa Bentuk Shelter


Ilustrasi Covid-19 (ist)

WARTAJOGJA.ID : Kabupaten Sleman pasca lebaran ini masih menjadi daerah yang menyumbang kasus harian tertinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kurun lima hari terakhir, kabupaten yang berada di paling utara wilayah DIY itu terus menerus menyumbang kasus baru di atas 100 kasus per hari, bahkan mendekati 200 kasus. 

Seperti tambahan kasus yang tercatat pada Jumat 11 Juni ini, yakni 175 kasus.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pun akhirnya menerbitkan instruksi bupati pada Jumat 11 Juni untuk menyikapi peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman dan makin terbatasnya kapasitas isolasi di Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) di Sleman.

Instruksi bernomor 14/Instr/2021 itu 
mulai berlaku 14 Juni 2021.

" Tiap desa/kelurahan agar membentuk shelter Covid-19 sebagai fasilitas isolasi dan karantina dalam upaya memutus rantai penularan," kata Kustini Jumat.

Kustini menginstruksikan seluruh kecamatan di Sleman agar mengawal dan memantau pembentukan serta pengelolaan shelter tingkat desa itu.

"Pembiayaan pelaksanaan shelter Covid-19 tingkat desa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja desa. Masyarakat dapat berpartisipasi dalam operasional dan pembiayaan shelter Covid-19 tingkat desa itu," kata Kustini.

Pengelolaan shelter Covid-19 tingkat desa meliputi antara lain gedung/ bangunan/ rumah yang digunakan sebagai shelter, sarana prasarana pendukung, dan logistik bagi penghuni maupun petugas.

Selain itu sumber daya manusia petugas operasional Shelter terdiri atas tenaga kesehatan, petugas kerumahtanggaan, dan petugas pengawas.

Kustini mengatakan pelaksanaan isolasi warga yang dinyatakan positif Covid-19 dilakukan dengan dimulai lewat isolasi di shelter desa bagi mereka dengan kondisi asimtomatik atau bergejala ringan.

"Isolasi mandiri di rumah dapat dilakukan bagi warga positif Covid dengan kondisi asimtomatik jika rumah tersebut tersedia fasilitas kamar dan kamar mandi yang terpisah dengan fasilitas kamar dan kamar mandi bagi anggota keluarga lainnya," katanya.

Sedangkan isolasi di shelter tingkat kabupaten dilakukan apabila shelter  tingkat desa tidak mampu menangani lagi.

"Warga masyarakat yang dinyatakan positif dengan kondisi sedang atau berat, diisolasi dan dirawat di rumah sakit," katanya.

Untuk isolasi mandiri di rumah juga wajib mendapatkan izin ketua RT/ RW, dan harus dilakukan secara disiplin, dengan pengawasan yang ketat oleh anggota keluarga lain, pengurus RT/ RW, dan tetangga sekitar dikoordinasikan oleh dukuh. (Gik)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment