News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Bertubi-Tubi, Kurang Dari 6 Jam Merapi Muntahkan 9 Kali Awan Panas

Bertubi-Tubi, Kurang Dari 6 Jam Merapi Muntahkan 9 Kali Awan Panas


Aktivitas Merapi terekam kamera BPPTKG Rabu (30/6) (dok. BPPTKG)

WARTAJOGJA.ID: Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat aktivitas Gunung Merapi yang lebih intens pada Rabu 30 Juni 2021.

Secara bertubi-tubi, dalam periode enam jam saja, 12.00-18.00 WIB, Merapi memuntahkan guguran awan panas sebanyak sembilan kali. 

Yakni mulai pukul 15.13 WIB, lalu 15.35 WIB, 16.00 WIB, 16.32 WIB, 16.41 WIB, 16.59 WIB, 17.40 WIB dan 17.57 WIB.

Sembilan kali awanpanas guguran itu tercatat dengan amplitudo maksimal 60 milimeter dan durasi maksimal 128 detik. 

Sedangkan secara keseluruhan mulai pukul 00.00-18.00 WIB Merapi telah memuntahkan sedikitnya 12 kali awan panas. 

"Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih di Level III atau Siaga," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida.

Adapun dalam periode 00.00-18.00 WIB lava pijar Merapi justru cenderung lebih sedikit dibanding intensitas awan panas yang keluar yakni hanya sebanyak delapan kali.

Aktivitas awan panas Merapi hari ini turut membuat BPPTKG lebih memberi perhatian.

Sebab sebelumnya nyaris tidak pernah ada kejadian awan panas luncuran seintensif ini dalam sehari sejak Merapi statusnya dinaikkan menjadi Siaga pada 5 November 2020 silam. 

Awan panas dalam sehari seringkali jumlahnya kalah jauh dibanding guguran lava pijar.

Sebagai contoh, pada 26 Juni awan panas dalam sehari tercatat sebanyak tiga kali sedangkan lava pijar sebanyak 19 kali. 

Lalu pada 27 Juni awan panas dalam sehari hanya satu kali sedangkan lava pijar mencapai 15 kali. 

Berikutnya pada 28 Juni awan panas terjadi sebanyak empat kali dan lava pijar sebanyak 13 kali. Sedangkan pada 29 Juni Merapi memuntahkan tiga kali awan panas dan 20 kali lava pijar.

"Erupsi Merapi tahun 2021 ini bertipe effusif dengan aktivitas berupa pertumbuhan kubah lava, guguran, dan awanpanas guguran," kata Hanik

Adapun untuk delapan awanpanas guguran, meluncur ke arah tenggara (hulu Kali Gendol) dengan jarak luncur maksimal 1000 meter, dan satu kali awanpanas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.300 meter ke arah barat daya. 

Pada saat kejadian awanpanas guguran, angin dominan berembus ke barat. 

Jarak luncur awan panas yang terjadi hari ini masih dalam jarak prakiraan potensi bahaya erupsi Gunung Merapi, yaitu tiga kilometer dari puncak untuk Sungai Woro serta lima kilometer dari puncak untuk Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. 

Erupsi eksplosif masih berpeluang terjadi dengan ancaman bahaya berupa lontaran material dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. (Gus/Sen)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment