News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kasus Covid-19 Melonjak 29 Orang, Kampung di Wirobrajan Jadi Zona Merah

Kasus Covid-19 Melonjak 29 Orang, Kampung di Wirobrajan Jadi Zona Merah


Kampung di Wirobrajan yang di lockdown pasca terjadi penularan Covid mendekati 30 orang jelang lebaran (wartajogja.id)

WARTAJOGJA.ID : Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 yang juga Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan penularan Covid-19 yang terjadi di wilayah RT 56 di RW 12 Kelurahan Wirobrajan Kecamatan Wirobrajan Kota Yogyakarta terus bertambah.

Jika pada Senin 10 Mei lalu dari hasil test PCR diketahui 10 warga dinyatakan positif terpapar, pada Selasa 11 Mei ini dari test PCR lanjutan diketahui ada tambahan 19 kontak erat juga positif terpapar. 

Sehingga saat ini, total warga yang positif Covid-19 di kampung tak jauh dari Malioboro itu menjadi 29 orang.

"Status kampung (RT 56) itu sekarang jadi satu-satunya zona merah di Kota Yogya," kata Heroe Selasa 11 Mei 2021.

Penularan massal di Wirobrajan ini bermula dari seorang ibu yang sakit di kampung itu sejak 13 April 2021 silam namun tak kunjung sembuh dan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

Rumah ibu yang sakit ini bahkan masihh sempat dipakai untuk acara buka puasa bersama trah keluarga besarnya. Tetangga serta saudara juga sempat kontak dengan ibu itu untuk pijat dan kerokan.

Karena tak kunjung sembuh, pihak keluarga belakangan baru membawa ibu itu ke rumah sakit jelang akhir April. 

Namun ibu itu akhirnya meninggal dunia pada 28 April dengan status positif Covid-19. Covid-19 juga telah menulari suami dan anak dari ibu itu serta berlanjut keluarga besar serta tetangganya.

Heroe mengatakan pemeriksaan pada kontak erat di kampung yang tengah di lockdown sejak Kamis (6/5) itu hingga kini masih terus digencarkan Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogya. 

Sebab dari 39 tes antigen yang dilakukan, masih ditemukan sembilan warga lagi yang statusnya positif. Dari sembilan warga yang antigennya positif itu, delapan diantaranya sudah ditindaklanjuti tes PCR namun hasilnya belum keluar.

"Sejak kasus pertama di kampung itu  muncul, sudah dilakukan tracing dan tes antigen serta PCR dengan total melibatkan 80 orang kontak," ujar Heroe.

Dari 29 warga yang positif berdasar test PCR itu, 10 orang dirawat di rumah sakit. Selebihnya masuk shelter untuk karantina.

Heroe mengungkap perluasan tracing dilakukan untuk menemukan kontak erat baru dari kasus yang bermula dari penularan trah keluarga besar di kampung itu.

"Jika ternyata ada kontak erat baru, maka kami terus lakukan tes semuanya," kata Heroe.

Heroe mengungkapkan, kecepatan tes untuk menemukan kontak erat atau screening akan menjadi indikator sampai kapan pembatasan akses atau lockdown atas kampung itu dilakukan.

"Tapi yang jelas, warga RT itu saat hari raya Idul Fitri nanti tidak boleh shalat ied berjemaah, tetapi dilakukan di rumah masing-masing," kata dia. (Rls/Cak)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment