News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Yogya Siapkan 2 Skenario Kawal Instruksi Larangan Mudik

Yogya Siapkan 2 Skenario Kawal Instruksi Larangan Mudik



Ilustrasi Mudik (ist)

WARTAJOGJA.ID : Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai menyiapkan sejumlah langkah pasca pemerintah resmi mengeluarkan larangan mudik melalui Surat Kementerian Perhubungan no 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi masa Idul Fitri 1442 H.

Dalam aturan itu mengatur larangan penggunaan transportasi baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian mulai 6- 17 Mei 2021.

Sekretaris DIY Kadarmanta Baskara Aji menuturkan ada sejumlah persiapan yang akan dilakukan untuk mendukung aturan pemerintah itu di Yogyakarta.

"Kami akan melakukan screening di perbatasan-perbatasan DIY dengan Jawa Tengah dan meminta desa-desa siapkan tempat karantina bagi yang lolos," ujar Aji Jumat 9 April 2021.

Aturan larangan mudik ini telah direspon Pemerintah Jawa Tengah yang berencana menerapkan penyekatan di sejumlah titik perbatasan. Para pemudik akan diminta putar balik pada tanggal tersebut.

Aji mengatakan jika kebijakan Jawa Tengah itu juga akan menjadi keuntungan sendiri bagi DIY dalam memudahkan screening pemudik. Sebab secara geografis, Jawa Tengah memang satu satunya pintu masuk ke DIY karena provinsinya berbatasan langsung baik di sisi timur, barat, juga utara.

"Jika kebijakan Jawa Tengah sudah ketat ini tentu keuntungan bagi DIY karena rata-rata pemudik dari jalur darat kebanyakan dari kawasan Jabodetabek," kata Aji.

Aji mengatakan pemeriksaan pemudik di perbatasan yang dilakukan DIY tetap menggunakan metode sampling. Artinya tidak keseluruhan kendaraan yang melintas diperiksa namun akan digelar intens.

"Namun walau pemudik itu sudah bawa surat bebas corona, kalau tujuannya mudik tidak akan diterima (masuk)," katanya.

Hanya saja Aji tak menampik para pemudik yang diminta putar balik itu kemungkinan akan mencari jalur alternatif yang bebas pemeriksaan petugas. Sehingga akhirnya pemudik itu bisa lolos hingga ke kampung halaman.

Untuk mengantisipasi ini, DIY menyiapkan skenario kedua. Yakni desa-desa yang ada di wilayahnya wajib mengkarantina para pemudik yang lolos itu.

"Satgas Covid-19 di desa, dusun, kelurahan, RT/RW wajib melakukan screening pemudik itu dan menyiapkan tempar karantina bagi mereka yang lolos," kata Aji.

Bagi desa yang tidak memiliki tempat karantina, diminta berkoordinasi dengan desa tetangga. Jika tetap tidak ada, pemerintah kecamatan dan kabupaten yang menyiapkan.

"Kalau pemudik yang lolos itu sudah memiliki surat bebas corona, juga tetap menjalani karantina selama seminggu," katanya. Aturan Satgas Covid -19 sendiri bagi yang terlanjur mudik wajib karantina maksimal 5 hari.

Koordinator Penegak Hukum Satgas COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta Noviar Rahmad mengatakan dari larangan mudik itu, satuan perlindungan masyarakat (satlinmas) di seluruh kabupaten/kota di DIY akan dilibatkan penuh dalam pengawasan pada pemudik yang nekat datang.

"Satlinmas di desa desa ini akan patroli memeriksa apakah ada pemudik yang datang, jika ada akan diminta surat keterangan sehatnya," kata Noviar. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment