News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ribuan PKL Malioboro Tutup Lapak Hari Pertama Ramadhan, Ada Apa?

Ribuan PKL Malioboro Tutup Lapak Hari Pertama Ramadhan, Ada Apa?



Suasana Malioboro yang 'kosong' pada hari pertama Ramadhan Selasa (13/4)

WARTAJOGJA.ID: Suasana cukup lengang terpantau di kawasan wisata Malioboro Kota Yogyakarta pada hari pertama Ramadhan ini, Selasa 13 April 2021.

Sejak pagi hingga sore nyaris tak ada satu pun pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan. Begitu halnya pertokoan, hanya satu-dua toko yang tetap buka.

Suasana melompong Malioboro ini amat kontras dengan kepadatan yang terjadi pada Sabtu-Minggu 10-11 April lalu.

"Kebetulan hari pertama Ramadhan ini bertepatan harinya dengan hari Selasa Wage, sehingga para PKL memang tak berjualan serempak," ujar salah satu ketua paguyuban PKL Malioboro Paul Zulkarnaen Selasa 13 April 2021.

Selasa Wage merupakan hari 'libur resmi' nya para PKL di kawasan Malioboro. Satu hari setiap 35 hari sekali diluangkan untuk mengosongkan Malioboro dari aktivitas PKL dan biasanya diisi dengan berbagai acara seni dan aksi bersih-bersih sepanjang jalan itu.

Namun kali ini, karena hari Selasa Wage ini bertepatan dengan datangnya bulan suci, tak ada kegiatan yang dilakukan selain meliburkan diri. 

Liburnya para PKL di hari pertama puasa itu juga dimanfaatkan untuk bersama menjalankan ibadah puasa.

Memasuki ramadhan tahun ini, Pemerintah Kota Yogyakarta telah menerbitkan surat edaran bernomor 13 Sg/SE tentang
Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah Ramadan dan Shalat Dul Fitri 1442 H / 2021 Di Kota Yogyakarta Pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021.

Dalam beleid yang diteken Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti tangga 13 April 2021 itu, mengatur sejumlah ketentuan untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Antara lain warga yang menjalankan ibadah puasa dihimbau sahur dan buka puasa di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

"Dalam hal kegiatan buka puasa bersama dapat dilaksanakan, tetapi wajib mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan," ujar Haryadi.

Pemkot Yogya juga menghimbau pengurus masjid/mushala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain shalatfardu lima waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus Al-Qur'an, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/mushala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Juga wajib menjaga jarak aman satu meter antar jamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing," kata dia.

Untuk aktivitas pengajian, ceramah, taushiyah, kultum ramadhan dan kuliah subuh paling lama dengan durasi waktu 15 menit.


Suasana cukup lengang terpantau di kawasan wisata Malioboro Kota Yogyakarta pada hari pertama Ramadhan ini, Selasa 13 April 2021.


Sedangkan peringatan nuzulul Qur'an di masjid/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Pengurus dan pengelola masjid atau mushala wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah. Seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cucİ tangan di pintu maşuk masjid atau mushala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment