News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemkot Yogya Ajak Berbagai Pihak dalam Kesiapsiagaan Penanganan Bencana

Pemkot Yogya Ajak Berbagai Pihak dalam Kesiapsiagaan Penanganan Bencana


Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi meninjau sarana prasarana BPBD Kota Yogya

WARTAJOGJA.ID : Kota Yogyakarta termasuk salah satu wilayah yang tak lepas dari bencana, baik itu bencana alam maupun bencana non alam.

Oleh karena itu dalam hal kesiapsiagaan dan penanganan bencana tersebut membutuhkan kerjasama dari semua pihak agar meminimalisir korban baik benda maupun nyawa manusia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat meninjau sarana prasarana milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2021.

“Diharapkan, melalui momentum, kesadaran dan keterlibatan pemerintah pusat dan daerah, keluarga, masyarakat, akademisi, dunia usaha dan media semakin tinggi terhadap ketahanan bencana,” jelasnya di kantor BPBD Kota Yogya, Senin (26/4/2021).

Data dari BPBD Kota Yogya, pada tahun 2020, tercatat 102 kejadian bencana yang terdiri dari 3 kejadian banjir, 70 kejadian akibat cuaca ekstrim, 22 kejadian longsor, dan 7 kejadian lain seperti tower roboh dan lain sebagainya.

Untuk bencana non alam seperti pandemi Covid-19, pada tahun 2020, BPBD Kota Yogya melayani pemuliaan jenazah dengan protokol Covid-19 berjumlah 132 pemakaman.

“Sementara itu, dari Januari 2021 sampai dengan 25 April 2021 ini, BPBD Kota Yogya telah melayani 67 laporan kejadian yang diakibatkan cuaca ekstrim dan tanah longsor dan 203 pemakaman dengan protokol Covid-19 dengan trend yang belum dapat diprediksi,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogya, Nur Hidayat, mengatakan dalam hal kesiapsiagaan bencana dan ketahanan di Kota Yogya, pihaknya telah melakukan beberapa strategi seperti pemetaan kawasan resiko bencana.

“Melalui pemetaan kawasan resiko bencana, dapat diketahui wilayah-wilayah di Kota Yogyakarta yang memiliki resiko tinggi terhadap bencana,” katanya.

Selain itu juga pembentukan Kampung Tangguh Bencana (KTB) di Kota Yogyakarta. Sampai dengan April 2021, telah terbentuk 119 KTB yang tersebar di beberapa wilayah.

“Yang terakhir adalah kesiapsiagaan sarana prasarana, BPBD Kota Yogyakarta dilengkapi dengan beberapa sarana dan prasarana penunjang seperti 8 unit Kendaraan roda dua, 5 unit kendaraan roda empat angkutan barang, 5 unit kendaraan roda empat angkutan penumpang, dan 6 unit mobil jenazah,” tuturnya.

Tak sampai disitu, BPBD Kota Yogya juga memiliki EWS (early warning system) untuk  peringatan Dini Banjir sebanyak 16 unit, yang tersebar di beberapa titik. 

“Alat ini tersebar di beberapa titik seperti di sungai code sebanyak 7 unit, sungai winongo terdapat 5 unit, dan sungai gajah wong 4 unit,” katanya.

Dalam peringatan HKB 2021 ini BPBD Kota Yogya juga menggelar simulasi, terkait evakuasi dan pengungsian di kawasan tempat tinggal, atau sekitar lingkungannya. 

Misalnya, simulasi banjir dan gempa bagi warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai.

"Harapannya, kalau terjadi sesuatu masyarakat sudah paham, harus mengungsi, atau evakuasi kemana, itu harus siap. Nah, itu kita aktualisasikan langsung, ya, dalam simulasi hari kesiapsiagaan bencana nanti," terang Nurhidayat. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment