News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pasar Ramadhan Kala Pandemi, DPRD Kota Yogyakarta Minta Antisipasi Lonjakan Kasus

Pasar Ramadhan Kala Pandemi, DPRD Kota Yogyakarta Minta Antisipasi Lonjakan Kasus


Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Krisnadi Setyawan
WARTAJOGJA.ID : DPRD Kota Yogyakarta memberi sejumlah catatan terkait diizinkannya Pasar Sore Ramadhan yang berlangsung saat masih pandemi Covid-19 ini.

Hal ini menyusul langkah Pemkot Yogya yang mengizinkan warga menggelar Pasar Sore Ramadhan dengan sejumlah aturan mulai dari harus di zona hijau, transaksi dilakukan secara lantatur (layanan tanpa turun) atau drive thru, dan harus jaga jarak aman baik abtar pembeli maupun antar lapak.

"Masyarakat harus memahami masih adanya pandemi Covid 19 yang belum tuntas sehingga wajib menerapkan protokol kesehatan 5M untuk pasar sore Ramadhan ini," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Krisnadi Setyawan Jumat (9/4/2021).

Krisnadi mengatakan penyelenggaraan kegiatan keramaian harus benar benar memperhatikan zona aman pandemi yang sudah ditetapkan oleh Pemkot dan Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogya dalam hal ini hanya diizinkan di zona hijau atau zona tanpa kasus baru dan resiko penularan rendah.

"Untuk mengantisipasi pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di luar zona hijau, maka penyelenggara wajib mengikuti aturan/arahan pemkot untuk jaga jarak pedagang, perlengkapan protokol kesehatan dan pengaturan teknis lapangan untuk menghindari terjadinya kerumunan," kata Krisnadi.

Di masa yang akan datang, Krisnadi mengatakan perlu juga untuk memfasilitasi Pasar Ramadhan atau kegiatan sejenis dalam bentuk online.

"Apabila terjadi lonjakan kasus pada saat waktu penyelenggaraan di lokasi kegiatan maka panitia dan pemkot/petugas kewilayahan berhak menghentikan kegiatan," kata dia.

Wakil Walikota yang Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyatakan pemerintah mengizinkan aktvitas pasar sore saat bulan Ramadhan tetap berjalan meski masih pandemi Covid-19.

Namun sedikitnya ada tiga syarat yang harus dipenuhi oleh para pedagang takjil juga pengurus kampung wilayah masing-masing agar pasar sore itu tak menjadi klaster baru penularan.

“Pertama, wilayah untuk pelaksaan pasar sore itu statusnya harus zona hijau,” kata Heroe.

Heroe mengatakan hanya wilayah-wilayah yang statusnya oleh Gugus Tugas Covid-19 dinyatakan hijau yang akan mendapat rekomendasi boleh untuk menggelar pasar sore Ramadan.

“Kami akan sangat berhati-hati dalam urusan mengeluarkan izin wilayah mana saja yang dapat rekomendasi bisa menggelar pasar sore ini, tentu bukan zona yang beresiko,” kata Heroe.

Syarat kedua, pasar sore ramadhan boleh digelar namun sistem transaksinya harus dimodifikasi. Tidak lagi pembeli tajil boleh makan/minum di tempat. Melainkan dengan sistem layanan tanpa turun atau lantatur (drive thru).

“Pengunjung atau pembeli tak perlu turun dari kendaraannya, saat transaksi, penjualnya yang harus aktif melayani,” kata dia.

Syarat ketiga, dengan sistem lantatur itu, tiap pembeli atau pengunjung harus bisa saling jaga jarak. “Paling tidak jaraknya lima meter antar pengunjung, begitupun dengan lapak-lapaknya, sehingga sistem itu dapat berjalan," kata Heroe.

Heroe mengatakan wilayah di Yogya yang mendapat izin untuk menggelar pasar sore Ramadan jelas akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sebelum pandemi.

Ia memastikan untuk pedagang pasar sore yang sifatnya tiban atau musiman dan tanpa penanggungjawab tidak akan diizinkan berjualan.

Setiap kelompok pedagang musti ada penanggungjawab  dan bisa menunjukkan surat rekomendasi satgas Covid-19 di tingkat kecamatan.

Dalam satu wilayah pasar sore itu nantinya juga tak bisa lagi diisi full lapak pedagang. Jumlah lapak harus dibuat terbatas dengan jarak setidaknya lima meter.

Pemerintah Kota Yogyakarta sendiri akan menyiapkan rekayasa lalu lintas bagi wilayah-wilayah yang mendapat rekomendasi bisa menggelar pasar sore Ramadhan itu.

"Kami akan siapkan, di wilayah yang menjadi aktivitas pasar sore itu arus lalu lintasnya hanya satu arah," kata dia. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment