News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Densus 88 Gerebeg Terduga Teroris di Yogya, Elemen Yogya : Terorisme dan Radikalisme Harus Dilawan

Densus 88 Gerebeg Terduga Teroris di Yogya, Elemen Yogya : Terorisme dan Radikalisme Harus Dilawan

 

Aksi menolak terorisme di Yogya beberapa waktu lalu

WARTAJOGJA.ID: Penggeledahan sejumlah lokasi yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di tiga wilayah yakni Kabupaten Sleman, Bantul serta Kota Yogyakarta sejak Jumat (2/4/2021) lalu berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku teroris.

Koordinator Forum Komunikasi Ormas dan Relawan DIY Waljito menuturkan terkait dengan penangkapan orang yang diduga teroris itu memang sepenuhnya menjadi kewenangan Polsi dalam hal ini Densus 88.

“Kalau kita sebagai warga masyarakat yang sudah jelas menolak adanya terorisme, radikalisme dan intoleransi hal-hal seperti itu harus kita sepakati, kita harus bisa membedakan hal seperti itu hal yang wajar ketika sudah masuk ranah penyelidikan oleh Polri,” ujar Waljito Rabu (7/4).

Adanya terorisme, ujar Waljio, harus terus dilawan. Jangan sampai justru menimbulkan ketakutan pada masyarakat.

“Harus kita ambil sebuah kesempatan dan antisipasi ketika mendapatkan gejala-gejala terkait dengan terorisme. Kita harus melaporkan ke pihak kepolisian, tanpa harus mengurangi wewenang kepolisian. Kita bukan bagian kepolisian, maka penanganan harus profesional, tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, jangan memakai kekererasan, tetap mengedepankan prosedur berlaku sehingga masyarakat juga tidak resah dengan penggerebegan itu,” ujar Waljito.

Waljito menuturkan, ada baiknya ketika penggerebegan akan dilakukan, ada koordinasi dengan kewilayahan dengan masyarakat. “Jadi tidak terjadi secara tiba-tiba,” ujarnya.

Waljito menuturkan pihaknya pun sempat menyaksikan penggerebgan di wilayah Sewon Bantul beberapa waktu lalu. Saat itu dari pihak kepolisian juga sudah menghubungi RT RW setempat. Sehingga warga tidak terlalu kaget.

Sebelumnya rentetan aksi terorisme sempat terjadi dalam rentang waktu berdekatan pada awal April 2021 ini.

Selain insiden kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar juga penyerangan terduga teroris di Mabes Polri.

Aksi ini mengoyak rasa kemanusiaan sejumlah elemen di Yogya yang tergabung dalam Komunitas Peduli Bangsa yang terdiri dari Forum Komunikasi Ormas dan Relawan DIY.

Mereka pun menyuarakan aspiarasinya dengan menggelar aksi damai di Tugu Pal Putih, Kamis (1/4/2021) lalu.

Mereka meyuarakan perdamaian dan mengutuk keras aksi intoleransi yang kembali marak. 

Aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan akan kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Padahal umat Kristiani tengah beribadah dalam rangkaian peringatan Paskah.

" Aksi-aksi sekelompok teroris tersebut sangat keji dan biadab, kami mengutuk keras aksi itu karena tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan," ujar Waljito, selaku tokoh Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) tersebut.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak takut pada aksi-aksi terorisme.

Sebab, aksi brutal yang dilakukan para teroris sengaja dilakukan untuk membangun atmosfer ketakutan di masyarakat dan memecah belah bangsa.

Padahal jelas-jelas, bangsa Indonesia terbentuk dari keberagaman suku, agama, dan latar belakang.

Keberagaman yang disatukan dalam Pancasila tersebut seharusnya dijaga alih-alih dipecah belah.

"Jangan takut pada terorisme, kita lawan terorisme dengan saling menjaga toleransi antargama di Indonesia dan saling memberi informasi bila muncul embrio terorisme," ungkapnya. (Fin)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment