News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

10 Hari Ramadhan 70 Orang Meninggal di Yogya Karena Covid-19

10 Hari Ramadhan 70 Orang Meninggal di Yogya Karena Covid-19


Ilustrasi pemakaman Covid-19

WARTAJOGJA.ID : Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan kematian akibat Covid-19 di wilayah itu April ini terus bergerak mendekati 1.000 kasus sejak wabah itu merebak setahun lalu.

"Penambahan kasus meninggal hari ini sebanyak 5 kasus, sehingga total kasus meninggal akibat Covid-19 di DIY sudah 932 kasus," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih Jumat 23 April 2021.

Gugus Tugas Covid-19 juga mencatat, 10 hari pertama masa ramadhan berlangsung, 13-23 April, tercatat total 70 kematian atau rata-rata 7 orang yang meninggal dalam sehari akibat serangan virus itu.

Sedangkan kasus aktif tersisa ada sebanyak 4.370 kasus.

"Per hari ini total kasus terkonfirmasi  37.983 kasus, di mana kasus sembuh sebanyak 32.686 kasus," kata Berty.

Pekan ini penambahan kasus di DIY turut disumbang dari hasil tracing klaster-klaster baru yang ditemukan.

Salah satunya klaster yang merebak di Padukuhan Jongke Kidul, Kelurahan Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman di mana 35 orang positif dan dua diantaranya meninggal dunia. 

Belum diketahui pasti penyebab penularan klaster baru di Sleman itu. 
Hanya saja, hingga kini Gugus Tugas Covid-19 Sleman masih menggencarkan tracing pada 300 warga di kawasan yang telah masuk menjadi zona merah Covid-19 itu.

Di Sleman sendiri sebelumnya telah dua kali muncul klaster yang sumbernya dari kegiatan sosial kemasyarakatan seperti takziah sejak akhir Maret dan menulari 100 orang lebih. 

Selain di Sleman, DIY pekan ini juga tengah menjinakkan klaster yang muncul di Kabupaten Kulon Progo yang berasal dari dua pondok pesantren di Kecamatan Lendah dan Kokap. Dari dua pondok itu setidaknya  terkonfirmasi 104 kasus positif.

Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji meminta masyarakat turut serta mengawasi segala jenis kegiatan yang diselenggarakan  seperti takziah dan hajatan yang belakangan memicu klaster baru itu.

"Apalagi kawasan RT/RW yang zona merah, dilarang untuk menggelar kegiatan yang melibatkan kerumunan dan tiap penyelenggaraan harus memiliki surat izin dan rekomendasi dari Gugus Tugas setempat," kata dia. (San/Gun)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment