News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kronologi 44 Warga Di Sleman Terpapar Covid-19 Pasca Hadiri Takziah

Kronologi 44 Warga Di Sleman Terpapar Covid-19 Pasca Hadiri Takziah

Ilustrasi takziah (ist)
WARTAJOGJA.ID: Kasus corona di Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY masih tinggi. Terbaru ditemukan klaster takziah di Blekik, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Dari klaster tersebut diketahui 44 orang positif corona. 

Kasus ini bermula dari seorang warga yang meninggal dunia bukan karena corona, pada 15 Maret lalu. Para warga kemudian melayat ke rumah duka. Selang beberapa hari anak dari warga tersebut mengalami gejala, setelah diperiksa pada 23 Maret ternyata dia dan anggota keluarga lain positif corona. 

"Kemarin sudah saya tanyakan ke kabupaten (Sleman) yang Sardonoharjo dan memang betul ada yang semula dari takziah. Itu ternyata tuan rumahnya (anak dari yang meninggal) kemudian ada gejala lalu periksa dan positif. Lalu kemudian yang kontak kemarin semuanya di antigen," ujar Juru bicara Pemda DIY untuk Penangan COVID-19, Berty Murtiningsih di sela-sela meninjau vaksinasi ASN di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Senin (29/3). 

Setelah itu, Dinkes Sleman lantas melakukan swab antigen pada tanggal 24 Maret. Dari total 148 orang, 22 di antaranya positif corona. 

"Jadi tanggal 24 Maret, tim Puskesmas ke Blekik menindaklanjuti swab antigen dan PCR. Yang lolos tracing artinya tidak adan kontak itu 16. Yang di-swab antigen 148 orang. Yang positif antigen 22 orang," katanya. 

Kemudian pada 26 Maret tracing kembali dilakukan. Total ara 174 orang yang melakukan swab antigen massal. Hasilnya 22 orang lagi ditemukan poaitif. 

"Tidak lanjut hasil positif antigen dievakuasi ke shelter Rusun Gemawang. Iya (total 44)," katanya. 

Lanjutnya, ke-44 orang itu telah menjalani PCR dan tinggal menunggu hasil. Namun, Berty memastikan meski baru positif antigen perlakuan kepada merka tetap sama seperti orang positif PCR. 

"Kita tetap perlakukan sebagai positif perlakuannya," ujarnya. 

Sementara orang yang hasil antigennya negatif tetap diminta karantina mandiri di rumah masing-masing. Paling tidak karantina dilakukan selama 10 hari. 

Sementara itu, Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Biwara Yuswantana menjelaskan terkait kasus ini phaknya meminta satgas di desa melakukam pengetatan. 

"Iya betul ada itu (klaster takziah).  Iya kalau itu kan malah kebijakan DIY lebih intens lagi untuk 3T," katanya. 

"Makanya fungsi dari satgas desa menjadi penting mengawasi masyarakat di desa. Dan juga ini perlu kesadaran masyarakat bahwa kondisinya masih seperti ini kita perlu betul-betul hati-hati," ujarnya. (Cak/Rls) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment