News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

3 Alasan BPPTKG Masih Himbau Wisatawan Jauhi Kawasan Rawan Bencana Erupsi Merapi

3 Alasan BPPTKG Masih Himbau Wisatawan Jauhi Kawasan Rawan Bencana Erupsi Merapi


Gunung Merapi (ist)


WARTAJOGJA.ID: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta hingga Minggu 21 Maret 2021 masih meminta pelaku wisata tidak melakukan kegiatan di daerah potensi bahaya dan bukaan kawah yang radius 5 km dari puncak Gunung Merapi. 

Ada setidaknya tiga alasan yang utama terkait rekomendasi terkait larangan aktivitas di radius rawan dari Gunung Merapi itu.

Faktor pertama, soal kondisi Merapi pasca erupsi awal Januari 2021 lalu hingga saat ini, statusnya belum diturunkan karena masih sangat intens mengeluarkan material vulkanik.

"Status aktivitas Merapi saat ini masih di level III atau Siaga," ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida Minggu 21 Maret 2021.

BPPTKG pun merinci terkait aktivitas Merapi itu. Dalam waktu kurang dari sehari pada Minggu, masih terjadi puluhan guguran lava pijar meski lontaranya kurang dari 1000 meter.

Lalu dari rekap mingguan terakhir,  hasil pantauan 12–18 Maret, Merapi tiga kali melontarkan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter dan juga 211 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter.

Faktor kedua, BPPTKG juga mencatat bahwa kondisi daerah rawan bencana belum diperpendek radiusnya karena dua kubah lava Merapi saat ini masih terus tumbuh. Pertumbuhan kubah lava ini diikuti volumenya yang makin membesar. Semakin besar volume kubah itu, makin patut diwaspadai ancamannya. Terutama soal jangakauan awan panas yang bakal terjadi.

Volume kubah lava di tengah kawah puncak Gunung Merapi akhir pekan ini tercatat hampir 1 juta meter kubik atau persisnya 950.000 meter kubik. 
Volume kubah lava di tengah kawah  Merapi ini lebih besar dibandingkan dengan volume kubah lava di sisi barat daya gunung itu yang mencapai 840.000 meter kubik.

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km," kata Hanik.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. 

"Mohon masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," kata Hanik.

Sedangkan faktor ketiga, Hanik membeberkan terkait potensi bahaya lahar dingin Merapi akibat material yang dikeluarkannya terus bertumpuk dan makin seringnya hujan abu di kawasan lereng.

" Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," kata Hanik.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana III juga belum direkomendasikan untuk berlanjut akibat tingginya potensi banjir lahar itu saat ini.

BPPTKG pun sempat mengamati adanya aliran lahar dengan intensitas rendah pada 12 dan 17 Maret 2021 di alur Kali Boyong. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment