News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Yogya Perpanjang PTKM Ketiga Kali, Tempat Usaha Buka Sampai 21.00 WIB

Yogya Perpanjang PTKM Ketiga Kali, Tempat Usaha Buka Sampai 21.00 WIB



Sultan HB X saat memberi pernyataan soal rencana perpanjangan PTKM ketiga Sabtu (6/2/2021) di Komplek Kepatihan Yogya

WARTAJOGJA.ID: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X menyatakan wilayahnya akan ikut memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM usai menggelar evaluasi bersama pemerintah pusat.

Kebijakan pembatasan mobilitas yang di Yogya dinamai Pembatasan Terbatas Kegiatan Masyarakat atau PTKM itu diperpanjang mulai 9 hingga 22 Februari 2021.

PTKM kedua sendiri telah berlangsung dari 26 Januari - 8 Februari 2021.

Bedanya, jika pada PTKM tahap pertama lalu jam malam operasional tempat usaha dibatasi sampai pukul 19.00 WIB, lalu saat PTKM kedua sampai pukul 20.00 WIB, maka pada masa PTKM tahap ketiga operasional malam tempat usaha itu dibatasi sampai pukul 21.00 WIB.

"Perpanjangan PTKM ini dilakukan karena dari evaluasi berhasil menurunkan kasus penularan Covid-19 tapi masih kecil prosentasenya," ujar Sultan usai rapat evaluasi bersama jajaran Pemerintah DIY Sabtu (6/2).

Sultan menuturkan kondisi Covid-19 di DIY, prosentase kematian per tanggal 4 Februari 2021 tercatat sebesar 2,23 persen atau masih di bawah kematian rata-rata nasional yang sebesar 2,39 persen. 

Namun secara pertumbuhan kasus yang terpapar, Yogya termasuk tertinggi di atas rata-rata nasional dengan prosentase 69,78 persen sedangkan rata-rata nasional 67,7 persen. Artinya laju pertambahan Covid-19 baru di Yogya lebih tinggi dibanding rata rata nasional.

"Dan yang kami temukan tingginya penularan di Yogya itu karena penularan dalam keluarga dan antar tetangga," ujar Sultan.




Situasi COVID-19 di DIY per 6 Februari 2021 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 217 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 23.403 kasus. Dari jumlah itu jumlah kasus sembuh sebanyak 16.576 kasus dan meninggal dunia 537 kasus.

Sultan mengatakan PTKM tahap ketiga ini dilakukan dengan sejumlah modifikasi karena menyasar pengawasan mobilitas penduduk skala mikro yakni di tingkat desa, kelurahan, dan RT/RW.

"Karena sasarannya mikro kami menggunakan konsep Jaga Warga, warga satu saling menjaga warga lainnya agar jika tidak berkepentingan tak perlu melakukan mobilitas dulu," ujar Sultan.

(Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment