News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sleman Resmi Perpanjang Tanggap Darurat Merapi Hingga Akhir Februari

Sleman Resmi Perpanjang Tanggap Darurat Merapi Hingga Akhir Februari



Ilustrasi Merapi (BPPTKG)

WARTAJOGJA.ID : Pemerintah Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana Gunung Merapi mulai 1 hingga 28 Februari 2021.

Perpanjangan status Merapi yang dituangkan dalam beleid Surat Keputusan Bupati Sleman nomor 8
/Kep.KDH /A/2021 itu menjadi perpanjangan kali ketiga Merapi sejak statusnya naik dari Waspada menjadi Siaga per 5 November 2020 lalu.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan perpanjangan status itu dilakulan berdasarkan laporan hasil pemantauan aktivitas Gunungapi Merapi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta nomor: 48/45/BGV.KE/2021 tanggal 28 Januari  2021. 

"Masih terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunungapi Merapi, sehingga status aktivitas Merapi tetap pada Level III (Siaga)," kata Sri Selasa 2 Februari 2021.

Tanggap darurat bencana Merapi diperpanjang karena masih ada ancaman potensial bahaya berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan
eksplosif luncuran awan panas sejauh 5 kilometer.

"Pemerintah Kabupaten Sleman masih direkomendasikan untuk melakukan mitigasi bencana akibat letusan Gunungapi Merapi yang bisa terjadi setiap saat," ujar Sri.

Sri menambahkan situasi saat ini masih terdapat 145 jiwa pengungsi Merapi yang merupakan warga Padukuhan Turgo, Kalurahan Purwobinangun, Kecamatan Pakem Sleman di barak Pengungsian Purwobinangun Kapanewon Pakem. Serta 10 jiwa pengungsi yang merupakan warga Padukuhan Ngrangkah, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan di barak  pengungsian Plosokerep, Kalurahan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. 

"Para pengungai itu masih harus dipenuhi kebutuhan dasarnya," kata dia.
 
Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida mengatakan pada 2 Februari 2021 dalam periode pengamatan 00.00-06.00 WIB, Merapi 
masih meluncurkan guguran lava pijar 7 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan tetap mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," kata dia. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment