News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Penangkal Petir Mahal, Belum Semua Destinasi Wisata Jogja Memiliki

Penangkal Petir Mahal, Belum Semua Destinasi Wisata Jogja Memiliki


Ilustrasi petir (ist)


WARTAJOGJA.ID : Destinasi-destinasi wisata yang berada di kawasan tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum seluruhnya dilengkapi fasilitas penangkal petir.

Penangkal petir ini bertujuan untuk menghalau petir yang biasanya menyertai hujan lebat yang intensitasnya makin tinggi seperti bulan Januari-Februari ini. 

Destinasi Gunung Api Purba Nglanggeran Gunung Kidul misalnya, saat ini baru memiliki penangkal petir sederhana untuk menjaga kawasan itu aman dari sambaran petir saat hujan lebat turun.

“Kalau penangkal yang sifatnya menangkap petir kami sudah pasang di beberapa titik, tapi untuk penangkal yang bisa mengalihkan atau menjauhkan petir kami belum punya,” ujar Sekretaris Kelompok Sadar Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran Gunungkidul Sugeng Handoko Jumat 5 Februari 2021. 

Sugeng mengakui, penangkal petir yang mampu menjauhkan atau menghalau petir itu harganya cukup mahal bagi mereka sehingga belum bisa diusahakan sendiri pihak pengelola. 

Pihaknya berharap ada bantuan pemerintah untuk membantu menyediakan fasilitas itu sehingga kawasan itu benar-benar aman saat musim penghujan tiba.

“Harga penangkal petir itu sekitar Rp 21-25 juta, itu bisa menjauhkan petir smapai radius 150 meter jika dipasang di satu titik,” ujar Sugeng.

Untuk kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran itu, Sugeng mengatakan butuh setidaknya 5 titik penangkal petir seperti itu. Penangkal petir itu termasuk untuk mengamankan jaringan intranet kawasan itu yang sudah beberapa kali rusak tersambar petir.




“Saat ini jika hujan disertai petir, kami selalu menurunkan tim untuk mengedukasi wisatawan yang datang, termasuk jika cuaca tidak mendukung kami tidak ijinkan naik Nglanggeran,” ujarnya. 

Hal serupa diungkap pengelola kawasan Hutan Mangunan Bantul Yogyakarta, Purwo Harsono yang akrab disapa Ipung. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Noto Wono, koperasi yang menaungi sejumlah destinasi wisata di Desa Mangunan itu menuturkan jika destinasi itu belum disokong alat penangkal petir.

“Jadi kalau pas hujan angin, kami minta wisatawan segera meninggalkan hutan atau berlindung ke aula dan gazebo,” ujarnya. 

Ipung menuturkan, sejauh ini memang belum pernah ada peristiwa bencana akibat petir di kawasan itu saat hujan deras. 

Namun pihaknya tetap akan mengupayakan agar fasilitas itu bisa tersedia demi antisipasi.
“Kami akan usulkan kepada pemerintah untuk membantu alat itu di kawasan ini,” ujarnya.

Adapun Ketua pengelola destinasi Tebing Breksi Sleman, Kholid Widianto menuturkan kawasan itu bisa dibilang relatif lebih lengkap dari potensi sambaran petir saat hujan lebat datang.

Sebab, ujar dia, untuk kawasan puncak tebing itu sejak 2016 silam sudah diberi sejumlah penangkal petir yang disiapkan khusus untuk mengamankan area itu.

Penangkal petir di Tebing Breksi antara lain dipasang di atas puncak tebing satu unit untuk meng-cover area lingkar radius 75 meter. 

Kemudian ada juga satu unit penangkal petir yang dipasang di area Balai Perekonomian Desa Tebing Breksi serta dua unit penangkal petir di sisi timur. 

Meski demikian, Kholid mengatakan, jika hujan sudah mau turun, pengunjung tetap diberi informasi agar segera mencari tempat berteduh. 

“Khususnya wisatawan yang masih berada di atas puncak tebing kami minta untuk turun demi keamanan saat hujan turun,” ujarnya.

(Val/Ban)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment