News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Libur Panjang Imlek, Yogya Tunggu Pusat Bersikap

Libur Panjang Imlek, Yogya Tunggu Pusat Bersikap


Ilustrasi Imlek (ist)


WARTAJOGJA.ID Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mewanti-wanti agar menyambut libur Imlek yang jatuh akhir pekan depan mulai 12 Februari 2021 tak memicu kasus Covid-19 di Yogya naik kembali.

Sebab Yogya kini tengah sedikit menikmati penurunan penularan kasus dari hasil dua kali periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung 11 Januari -8 Februari 2021.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan dua masa libur panjang pada 2020 lalu telah memicu kenaikan kasus hingga 40 persen secara nasional. Ia tak ingin terulang lagi adanya kenaikan kasus termasuk di Yogya akibat libur Imlek itu.

"Dari rapat dengan presiden pada Jumat (5/2) hal itu sudah jadi pembicaraan, bahwa minggu depan ada libur Imlek, namun kami belum bisa membuat keputusan soal itu," ujar Sultan HB X Sabtu 6 Februari 2021.

Sultan mengatakan, DIY masih menunggu sikap pemerintah pusat atas libur nasional yang jatuh akhir pekan itu yakni pada Jumat, yang artinya diikuti dua hari startegis untuk memicu orang berlibur yakni Sabtu dan Minggu. 

Hanya saja, karena Imlek jatuhnya bertepatan dengan masa periode lerpanjangan ke tiga PPKM pada 9-23 Februari 2021, Sultan memperkirakan bakal ada pula aturan dari pusat soal perayaan imlek itu. Sehingga daerah juga bisa menyesuaikan yang musti dilakukan.

"Kami belum tahu apakah soal perayaan Imlek akan ikut diatur dalam perpanjangan ketiga PPKM," ujarnya.

Sultan mengatakan untuk membuat kebijakan tersendiri terkait imlek, pihaknya akan berkaca pula pada kebijakan daerah-daerah yang berbatasan dengan Yogya. Sehingga yang dilakukan benar-benar efektif.

Misalnya saat ini wilayah Jawa Tengah yang berbatasan dengan DIY sedang menjalankan program Jateng Di Rumah Saja pada 6-7 Februari 2021 sebagai upaya pemerintah setempat menekan mobilitas penduduknya.

"Dari kebijakan seperti Jateng Di Rumah Saja itu, kami akan cermati, apakah warganya benar-benar di rumah saja atau malah banyak yang lari (berlibur) ke sini (Yogya) ?" ujar Sultan.

Oleh sebab itu, Sultan mengatakan, untuk Imlek yang diperkirakan selama tiga hari Jumat-Minggu, 12-15 Februari nanti ada ruang untuk mobilitas masyarakat perlu pertimbangan berbagai faktor agar benar benar efektif dijalankan.

"Ya mungkin dari pihak perhotelan inginnya semua (yang kena pembatasan) larinya ke Yogya, tapi kalau seperti itu Yogya jadi semakin merah (status penularan sangat tinggi)," ujarnya.

Sultan mengatakan pihaknya memang tak mungkin menutup Yogya dari kunjungan wisata. Karena ketika opsi penutupan wilayah diambil konsekuensinya terlalu besar khususnya bagi perekonomian masyarakat.

"Pemda DIY tidak akan mampu membiayai masyarakat jika wilayah Yogya ditutup," ujar Sultan. (Fen)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment