News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Volume Kubah Merapi Terbentuk 4.600 meter kubik, Sleman Kejar Pembenahan Jalur Evakuasi

Volume Kubah Merapi Terbentuk 4.600 meter kubik, Sleman Kejar Pembenahan Jalur Evakuasi

 

Gunung Merapi (ist)

WARTAJOGJA.ID: Kubah lava baru Gunung Merapi mulai bisa terukur volumenya oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Sebelumnya BPPTKG mendeteksi adanya dua kubah lava bagian tengah dan barat daya, yang jika diamati masih satu kesatuan bentukan.

Namun, saat ini kubah lava bagian barat daya sudah mulai berkembang dan terukur volumenya.

“Per tanggal 13 Januari 2021, volume kubah lava Merapi di sisi barat daya sebesar 4.600 meter kubik (m3),” ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida Rabu 13 Januari 2021.

Selain itu, hasil pemantauan pada hari ini guguran awan panas Merapi juga kembali terjadi sekitar pukul 10.40 WIB.

“Awan panas guguran terjadi 1 kali hari ini ke arah hulu Kali Krasak dengan intensitas kecil dan jarak luncur tak teramati, status Merapi saat ini Siaga,” ujar Hanik.

Dengan kondisi Merapi terkini itu, Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan masih mengejar sejumlah jalur-jalur evakuasi guna mengantisipasi dampak erupsi Gunung Merapi yang potensi arah erupsi masih dominan ke arah barat-barat laut.

Hasil pantauan Pemerintah Kabupaten Sleman Rabu 13 Januari 2021, masih ada sejumlah jalur evakuasi yang perlu segera dibenahi. Antara lain jalur evakuasi di Desa Wonokerto Kecamatan Turi kurang lebih sekitar satu kilometer dan jalur evakuasi di Desa Purwobinangun Kecamatan Pakem Sleman sekitar 150 meter.

“Pembenahan infrastruktur khususnya jalur evakuasi jadi prioritas agar ketika nanti status Merapi ada peningkatan, proses evakuasi warga berjalan lancar baik secara mandiri maupun oleh pemerintah ,” ujar Bupati Sleman Sri Purnomo di sela pemantauan infrastruktur kawasan Merapi Rabu 13 Januari 2021.

Sejumlah infrastruktur terkait status Siaga Merapi saat ini jadi fokus perhatian. Pemantauan mulai dari Kantor Kalurahan Wonokerto, Pos Pemantauan Tunggularum, Ngandong, Turgo, Ngrangkah dan Pos Kelompok Siaga Merapi (KSM) Kalitengah.

Meski untuk jalur-jalur evakuasi dikebut pembenahannya, namun saat ini masyarakat rawan terdampak bencana dari wilayah paling dekat puncak Merapi yakni warga Kecamatan Cangkringan sudah diungsikan hingga radius lebih dari 5 km.

“Warga rentan terdampak erupsi ang sebelumnya tinggal dengan jarak kurang dari 5 km dari Merapi sudah diungsikan di barak pengungsian Glagaharjo,” ujar Sri Purnomo.

Jalur evakuasi dan persiapan pengungsian menjadi satu bagian dalam proses mitigasi erupsi. Selain telah menyiapkan barak pengungsian di Wonokerto, pengungsi juga masih membutuhkan tambahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).(Cak/Rls) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment