News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Temukan Pelanggaran PSBB di Jogja, Foto Lalu Laporkan Ke Nomor HP Pol PP Ini

Temukan Pelanggaran PSBB di Jogja, Foto Lalu Laporkan Ke Nomor HP Pol PP Ini

Sejumlah PKL kawasan Malioboro sekitarnya pilih tutup pada pukul 19.00 Senin (11/1) petang
saat pembatasan kegiatan masyarakat dimulai. 


WARTAJOGJA.ID:  Pemerintah Daerah DIY melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY akan memperketat pengawasan selama PTKM atau PSBB 11-25 Januari 2021. 

Salah satu aturan yang paling pokok dalam ketentuan yang sudah diatur saat PTKM/PSBB  itu di Jogja adalah setiap pelaku usaha dari kafe, restoran, warung, angkringan dan tempat usaha lain yang sifatnya makan dan minum, wajib membatasi kapasitas maksimal 25 persen untuk makan di tempat. 

Lalu saat sudah mulai pukul 19.00 WIB, seluruh usaha makan dan minum itu kecuali pusat belanja dan mall masih boleh beroperasi sampai waktu operasional masing-masing. 

Namun sejak pukul 19.00 WIB itu, semua restoran, kafe, angkringan, warung, dan sejenisnya sudah tidak boleh menerima tamu makan/minum di tempat. Melainkan harus take away atau dibawa pulang.

"Jadi setelah pukul 19.00 warung, restoran, bisa tetap beroperasi (kecuali mall/pusat belanja) tapi harus take away pesanannya, bukan makan di tempat," ujar Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad Selasa (12/1).  

Satpol PP DIY berkoordinasi dengan kabupaten dan kota serta dibantu oleh personel dari TNI/Polri, melakukan penertiban dengan menerjunkan 150 personel setiap hari.

Jumlah personel ini terbagi dalam enam tim yaitu tim untuk pengawasan operasi masker, tim pengawasan wfo 25%, tim pengawasan 25% dine in di rumah makan, tim pengawasan operasional tempat usaha di Sleman, tim pengawasan operasional tempat usaha di Kota, dan tim pengawasan operasional tempat usaha di Bantul.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad menjelaskan merujuk pada Peraturan Gubernur No.77 tahun 2020, akan ada sanksi yang diberikan bagi pelanggar selama PTKM. Sanksi berupa teguran melalui surat peringatan, penutupan sementara selama 3x24 jam, dan penutupan permanen bagi pelaku usaha yang membandel.

PTKM yang baru saja diterapkan masih tahap sosialisasi dan penutupan secara persuasif bagi tempat usaha yang belum tertib. Ke depan, ia menegaskan akan menindaktegas pelanggaran sesuai peraturan yang berlaku.

"Selama 2020 sudah ada 6 tempat usaha yang ditutup sementara. Kami harap, selama PTKM, masyarakat dan pelaku usaha bisa tertib," ungkapnya saat melakukan zoom meeting  bersama media, Selasa (12/1).

Selain tempat usaha, pengawasan juga fokus dilakukan di objek wisata. Di Bantul dan Gunungkidul, jam operasional dibatasi hingga pukul 18.00 WIB. Pihak Satpol PP DIY dan Kabupaten telah berkoordinasi untuk menjaga gerbang masuk wisata selama PTKM berlangsung.

"Kami juga membuka hotline pengaduan pada 081225398451. Silakan laporkan lokasi dan foto jika ada temuan pelanggaran, akan kami tindaklanjuti," terangnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan khusus pihaknya mamfasilitasi gugus tugas tingkat desa dengan penyediaan APD serta pembinaan.

"Kami siapkan hazmat dan APD untuk gugus tugas di desa," jelasnya.

Biwara menambahkan kesiapsiagaan erupsi Merapi tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Wilayah pengungsian Merapi tetap seperti biasa, tapi dengan tetap menerapkan prokes ketat," ungkapnya. (Cak/Rls) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment