News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Soal Malioboro-Tugu, Ketua DPRD Kota Yogya Desak Pemerintah Konsisten Jalankan PSBB

Soal Malioboro-Tugu, Ketua DPRD Kota Yogya Desak Pemerintah Konsisten Jalankan PSBB



Ilustrasi Tugu Jogja (ist)



WARTAJOGJA.ID: Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudyatmoko meminta pemerintah konsisten menjalankan kebijakan pengetatan kegiatan di seluruh wilayah Kota Yogya termasuk Malioboro.

Pembatasan yang dikenal dengan beragam istilah seperti PSBB lalu terakhir dinamai Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali itu akan berlaku mulai 11 - 25 Januari 2021. 

"Tidak boleh ada yang diisitimewakan karena kasus penularan Covid-19 di Yogya sudah sangat tinggi," ujar Danang Minggu (10/1).

Malioboro-Tugu-TitikNol sebelumnya seolah mendapat keistimewaan saat malam pergantian tahun baru lalu. 

Karena dianggap bukan obyek wisata dan tak dihentikan aktivitasnya meski obyek wisata di empat kabupaten lain DIY saat itu harus tutup pukul 18.00 WIB.

Danang mengatakan, meski tak ada yang menyebut Malioboro sebagai destinasi wisata namun hampir semua wisatawan saat ke Yogya pasti ke Malioboro. Tak hanya untuk tujuan kedua, namun sering jadi tujuan pertama.

"Semua wisatawan kan pasti ke Malioboro, makanya dengan diberi kesempatan berkunjung sampai jam 19.00 harus dipatuhi," ujarnya.

Termasuk angkringan, warung-warung lesehan, juga kaki lima di Kota Yogya menurut Danang juga seharusnya diberlakukan sama rata.

"Kalau dikelas-kelaskan, nanti merepotkan, nanti ada yang cemburu yang jualan malam dan payung hukumnya jadi tidak jelas," ujarnya. 

Pemerintah Kota Yogyakarta baru menyikapi PPKM itu dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Walikota pada 8 Januari 2021 lalu.  

Surat edaran Kota Yogya itu baru menyinggung kebijakan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat sebagai tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1/INSTR/2021.

Namun belum menyinggung tegas bagaimana ketentuan untuk kawasan Malioboro-Tugu-Titik Nol yang selama ini justru menjadi titik potensial mengundang kerumunan.

"Kawasan Malioboro itu kan sebetulnya jalan, kami yakin Pemkot Yogya nanti akan mengeluarkan startegi yang sangat bagus seperti saat malam tahun baru kemarin sehingga tidak ada lautan manusia di situ," ujar Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo.

Adapun Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam surat edaran itu tak menyinggung ketentuan soal Malioboro-Tugu-Titik Nol yang statusnya selama ini abu-abu. Apakah termasuk destinasi wisata, tempat umum, kawasan pertokoan atau status administratif biasa.

Adapun dalam surat edaran walikota itu hanya diatur seperti jam operasional toko swalayan, toko jejaring, pusat perbelanjaan/mall dan kawasan pertokoan dibatasi sampai pukul 19.00 WIB. 

Jam operasional destinasi pariwisata dan bioskop Kota Yogya juga disebut hanya sampai pukul 19.00 WIB.

Dalam SE itu disebut pula aktivitas/kegiatan di tempat umum Kota Yogya juga dibatasi paling banyak 25% dari kapasitas ruangan dan paling banyak 50 orang.

Satu-satunya pegangan bagi wisatawan yang hendak ke Malioboro merujuk Surat Edaran Walikota Yogya itu bahwa setiap kecamatan atau kemantren Kota Yogya (tanpa kecuali) diinstruksikan melakukan pencegahan Covid-19 dan melaporkan pelaksanaannya kepada walikota. 

Malioboro sendiri termasuk wilayah di Kecamatan Danurejan.

"Setiap kecamatan dan kelurahan membentuk posko-posko di tingkat RT untuk mengawasi mobilitas pendatang," kata Haryadi. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment