News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sistem Bermasalah, Yogya Sementara Berhenti Publikasi Sisa Ranjang Covid-19

Sistem Bermasalah, Yogya Sementara Berhenti Publikasi Sisa Ranjang Covid-19


Ilustrasi ranjang rumah sakit (ist)


WARTAJOGJA.ID
: Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghentikan sementara publikasi data ketersediaan ranjang yang tersedia baik kritikal maupun non kritikal untuk perawatan Covid-19 pada Minggu 17 Januari 2021.

Hal itu dilakukan menyusul adanya temuan masalah pada sistem pencatatan soal ketersediaan ranjang di rumah sakit rujukan Covid-19.

"Berhubung sedang ada perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan ketersedian tempat tidur rumah sakit rujukan, data tempat tidur rumah sakit saat ini belum bisa dipublikasikan," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih.

Pada 17 Januari ini, DIY sendiri melansir total ada penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 277 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 16.933 kasus. Dari jumlah itu, kasus meninggal dunia masih bertambah sebanyak 9 kasus sehingga total kasus meninggal menjadi 388 kasus. 

Sedangkan kasus sembuh sebanyak  173 kasus, sehingga total sembuh menjadi 11.265Kasus

Adapun untuk data ketersediaan ranjang terakhir yang bisa jadi panduan publik adalah yang dipublikasikan terakhir Gugus Tugas Covid-19 pada Sabtu 16 Januari 2021.

Pada Sabtu kemarin sisa tempat tidur kritikal ada 14 ranjang dari total ketersediaan 76 ranjang. Sedangkan tempat tidur non kritikal tersisa 61 ranjang dari total ketersediaan 677 ranjang.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menuturkan rata rata rumah sakit dalam penerimaan pasien Covid menerapkan sistem kohorting. 

Sistem ini mengatur penempatan pasien terinfeksi atau kolonisasi patogen yang sama di ruang yang sama, sehingga pasien lain tanpa patogen yang sama dilarang masuk.

"Ada kondisi-kondisi tertentu penggunaan bed untuk perawatan Covid-19 ini, yakni dengan sistem kohorting," ujar Pembajun. (Don/Rih)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment