News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

PPKM, Pasar Tradisional Hingga Pelaku Usaha Yogya Yang Bergantung Wisatawan Kian Terpukul

PPKM, Pasar Tradisional Hingga Pelaku Usaha Yogya Yang Bergantung Wisatawan Kian Terpukul

Ilustrasi sepinya pasar tradisional Beringharjo Yogya saat PPKM


WARTAJOGJA.ID : Perpanjangan kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mempengaruhi pelaku usaha sektor informal di Yogyakarta.

Sejumlah aksi protes telah dilayangkan para pelaku sektor informal itu agar pemerintah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melonggarkan kebijakan itu sehingga perekonomian di tingkal bawah tetap menggeliat.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono menuturkan jika PPKM yang di Yogya bernama Pembatasan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) itu tak sekedar membuat kunjungan wisata anjlok.

Tapi juga membuat perputaran perekonomian di sejumlah pasar tradisional pun ikut menurun.

“Pasar tradisional yang paling terimbas kebijakan PTKM itu terutama yang bergantung kunjungan wisata dan tidak menjual bahan pokok seperti Pasar Beringharjo sisi barat dan Pasar Klithikan Pakuncen,” ujar Yunianto Jumat 28 Januari 2021.

Dua dari 30 pasar tradisional di Kota Yogya itu selama ini memang khusus menjual cinderamata dan produk fashion seperti batik dengan pasar utama wisatawan.

Yunianto menuturkan akibat PTKM yang dijalankan sejak 11 Januari 2021 lalu, penurunan pengunjung Pasar Beringharjo mencapai sekitar 70 persen.

Begitu pula dengan Pasar Klithikan Pakuncen yang selama ini umumnya baru dikunjungi masyarakat di malam hari.

“Saat penerapan PTKM Pasar Klithikan Pakuncen tutup pukul 19.00 WIB dan ketika perpanjangan PTKM 2 minggu, tutup pukul 20.00 WIB,” ujarnya.

Tak hanya sektor pasar tradisional yang terimbas. Yunianto menuturkan PTKM juga berdampak turunnya pengunjung di pusat perbelanjaan mall dan pertokoan Yogya hingga lebih dari 50 persen.

“Karena selama ini keramaian masyarakat di Yogya cenderung terjadi di malam hari,” ujarnya.

Untuk membantu memnggeliatkan ekonomi khususnya saat masa PTKM itu, ujar Yunianto, Pemerintah Kota Yogyakarta mengaku telah bergerak.

Mulai dari melakukan fasilitasi promosi belanja online bagi pasar tradisional. Juga memberikan relaksasi retribusi pedagang pasar tradisional yang sempat diberikan tahun 2020 lalu.

Aksi memprotes PTKM di DIY terus dilakukan para pelaku usaha yang tergabung dalam Forum Warga Pekerja Sektoral Informal DIY sejak Selasa hingga Kamis, 26- 28 Januari 2021.

Mereka menemui DPRD dan Pemerintah DIY untuk menuntut kejelasan terkait salah satu poin dari Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 4/INSTR/2021 tentang perpanjangan PTKM yang menyebut bahwa jam operasional kegiatan usaha dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. Sebab dalam PTKM pertama, ketentuan soal waktu yang dibatasi pukul 19.00 WIB ini membingungkan khususnya bidang makanan dan minuman.

Karena di satu sisi ada yang memaknai bahwa hingga pukul 19.00 pelaku usaha tetap diizinkan berjualan sampai jam operasional masing-masing dengan tak ada aktivitas makan di tempat lagi. Namun di sisi lain, ada penindakan agar pukul 19.00 tempat usaha sudah ditutup.

Forum Pekerja Sektoral Informal yang diantaranya para pelaku usaha kuliner kawasan Malioboro itu pun mendesak agar soal jam operasional tidak dibatasi meskipun mereka sepakat pembatasan pengunjung hingga hanya sebanyak 25 persen dari kapasitas tempat usahanya.

"Untuk mendukung upaya pemerintah menekan penularan Covid-19, kami tetap akan menegakan protokol kesehatan di tempat usaha masing-masing,” kata Juru Bicara Forum Warga Pekerja Sektor Informal DIY, Julian.

Akhirnya dari tuntutan soal PTKM itu, Pemerintah DIY mengijinkan para pelaku usaha kecil di DIY untuk tetap untuk membuka usahanya sesuai waktu/jam operasional masing-masing.

Pemerintah DIY juga menginstruksikan dalam rangka pembukaan usaha kecil oleh masyarakat terutama kuliner hanya dibatasi maksimal 25% dari total kapasitas dan wajib menegakkan protokol.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment