News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Perpanjangan PPKM, Sleman Minta Jenazah Covid-19 Dikuburkan Kesempatan Pertama

Perpanjangan PPKM, Sleman Minta Jenazah Covid-19 Dikuburkan Kesempatan Pertama


Ilustrasi pemakaman Covid-19 (ist)


WARTAJOGJA.ID : Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman menyatakan dalam masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 26 Januari-8 Februari 2021 ada aturan khusus yang ditekankan 0 prosesi pemakaman untuk menekan penularan Covid-19.

Melalui instruksi Bupati Sleman bernomor 03/INSTR/2021 tentang pembatasan terbatas kegiatan masyarakat (PTKM), Sleman meminta seluruh penyelenggaraan pemakaman jenazah disegerakan demi mencegah terjadinya kerumunan.

"Untuk jenazah terkonformasi Covid-19 langsung dimakamkan pada kesempatan pertama dengan protokol kesehatan," ujar juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi Selasa 26 Januari 2021.

Shavitri menjelaskan maksud dari pemakaman jenazah Covid-19 pada kesempatan pertama itu, tidak ada prosesi persemayaman.

"Jenazah Covid-19 langsung dimakamkan, karena hanya ada waktu maksimal 4 jam setelah jenazah itu dinyatakan meninggal untuk dipulasara dan dimakamkan," ujar Shavitri.

Shavitri menuturkan sejauh ini memang belum ada warga yang nekat menyemayamkan jenazah Covid-19 di Sleman.

Meski demikian, Sleman tengah berperang keras menekan penularan di wilayahnya yang saat ini menjadi salah satu daerah yang mendominasi kasus di wilayah DIY.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY Berty Murtiningsih mengatakan situasi COVID-19 di DIY hingga tanggal 26 Januari 2021 kembali mencatatkan penambahan kasus Covid-19 di DIY sebanyak 325 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi di DIY sudah menjadi 20.054 kasus.

"Dari jumlah itu kasus sembuh sebanyak 13.449 kasus dan kasus meninggal sebanyak 460 kasus," ujar Berty.

Distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 pada Selasa ini masih didominasi Kabupaten Sleman yakni 114 kasus baru.

Sejak awal pandemi, Pemerintah DIY menyerukan agar seluruh pemakanan jenazah suspect Covid – 19 dilakukan sesuai protokol ketat demi meminimalisir penularan. 

Jenazah dari pasien tersebut apabila telah terbungkus plastik secara rapat dan dimasukkan peti diyakini tidak akan membahayakan orang lain. Hal tersebut karena ukuran virus sangat kecil dan plastik akan menahan virus untuk tidak menyebar di udara. Untuk itu, jenazah yang sudah di masukkan dalam plastik dan peti tidak boleh lagi di buka, dan harus segera dimakamkan.

Selain itu, untuk meminimalisir penularan, jenazah harus segera dikebumikan maksimal 4 jam setelah dinyatakan meninggal. Pengantar jenazah juga dibatasi, sehingga tidak terjadi kerumunan yang justru mengakibatkan potensi penularan makin tinggi. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment