News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ini Faktor Penyebab Sejumlah Tenaga Kesehatan Yogya Tak Bisa Ikut Vaksinasi

Ini Faktor Penyebab Sejumlah Tenaga Kesehatan Yogya Tak Bisa Ikut Vaksinasi

tenaga kesehatan


WARTAJOGJA.ID : Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuturkan saat ini masih ada sejumlah tenaga kesehatan yang gagal mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

Tahap awal program vaksinasi di DIY sendiri menarget sebanyak 35.239 tenaga kesehatan.

Dari data terakhir sejak vaksinasi itu dijalankan pada 15 Januari 2021 lalu di Kota Yogya dan Sleman, tenaga kesehatan yang sudah divaksinasi per 24 Januari 2021 ada sebanyak 3.030 orang di Kota Yogyakarta dan 4.687 orang untuk Sleman.

“Jumlah tenaga kesehatan yang tidak lolos (persyaratan vaksinasi) di bawah 5 persen karena berbagai faktor,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaning Astutie  26 Januari 2021.

Pembajun menuturkan, mayoritas tenaga kesehatan itu tak lolos untuk ikut vaksinasi karena menderita hipertensi. Selain itu ada juga yang tengah hamil dan menyusui.

“Untuk kondisi hipertensi itu setelah kami telusuri karena beberapa dari mereka karena kelelahan bertugas. Kondisi ini memberikan gambaran pada kami bahwa tenaga kesehatan itu di samping memberi pelayanan juga wajib menjaga dirinya sendiri,” ujar Pembajun.

Pembajun mengatakan dalam upaya vaksinasi tenaga kesehatan itu, pihaknya tengah menyasar pula tidak hanya tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan pemerintah. Tapi juga di klinik-klinik swasta hingga praktik dokter mandiri.

Vaksinasi tenaga kesehatan sendiri oleh pemerintah pusat ditarget rampung pada Februari 2021 nanti.

Pembajun menuturkan sejak vaksinasi Covid ini berjalan pada 15 Januari 2021 lalu dan telah menyasar ribuan tenaga kesehatan, DIY sendiri belum ada anggaran sendiri untuk program itu karena alokasi dana APBD belum keluar hingga jelang akhir Januari 2021 ini.

Seluruh biaya vaksinasi baik dari proses pengantaran, transportasi atau distribusi selama ini masih ditanggung Kementerian Kesehatan.

Adapun anggaran vaksinasi untuk daerah difungsikan untuk advokasi dan sosialisasi.

Dari pos kesehatan yang ada, Pembajun mengatakan DIY memiliki anggaran sebesar Rp374 miliar untuk penanganan Covid-19. Namun  tidak termasuk untuk vaksinasi. Dana sebesar itu dipakai untuk berbagai keperluan sejak awal terjadinya pandemi Corona.

“Mulai awal pandemi dana itu dipakai misalnya membeli masker sebanyak-banyaknya untuk tenaga kesehatan, sampai membeli reagen (senyawa kimia pendeteksi Covid-19). Terbanyak untuk reagen, karena dibutuhkan banyak,” kata dia. (Cak/Rls) 


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment