News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Awan Panas Kian Jauh, Sleman Tambah Obyek Wisata Yang Tutup Di Kawasan Merapi

Awan Panas Kian Jauh, Sleman Tambah Obyek Wisata Yang Tutup Di Kawasan Merapi



Gardu Pandang Kaliurang (ist)

WARTAJOGJA.ID : Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta menambah obyek wisata yang tutup sementara pasca aktivitas Gunung Merapi yang meningkat belakangan.

"Sementara mulai Rabu sore (27/1) Gardu Pandang di kawasan wisata Kaliurang kami tutup sementara," ujar 
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Aris Herbandang Kamis 28 Januari 2021. 

Aris mengatakan Gardu Pandang di kawasan Kaliurang itu masuk zona rawan bahaya karena berada di tepi sungai atau Kali Boyong yang merupakan salah satu sungai berhulu Merapi. 

Padahal saat ini, dari hasil pantauan terakhir Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, arah guguran awan panas Merapi juga dominan menuju ke Kali Boyong yang ada di sisi barat daya selain mengarah ke Kali Krasak.

Jangkauan awan panas pun kini semakin jauh. Dari semula dikisaran rata rata 500 - 1000 meter namun kemarin jangkauannya sudah menjadi 500- 3000 meter.

"Karena gardu pandang itu di Tepi Boyong maka kami tutup sementara untuk mengantisipasi resiko dari eskalasi aktivitas Merapi," ujar Bandang. 

Sejak Merapi naik statusnya dari Waspada menjadi Siaga per 5 November 2020 lalu, kawasan wisata Kaliurang yang berjarak 6,8 kilometer dari puncak Merapi sebenarnya masih boleh dikunjungi hingga Januari 2021 ini. 

Sebab obyek wisata favorit wisatawan itu secara umum masih di luar radius 5 kilometer dari zona rawan bencana yang ditetapkan BPPTKG Yogyakarta.

Dengan penutupan Gardu Pandang Kaliurang itu, sekarang obyek wisata kawasan Merapi terutama di Kabupaten Sleman juga bertambah. 
 
Sejak November 2020 lalu, obyek wisata di radius kurang dari 5 km dari puncak Merapi yang sudah ditutup hingga kini antara lain Bukit Klangon, Kinahrejo, Bunker Kaliadem dan kawasan wisata religi Turgo.

Pemerintah Kabupaten Sleman mengacu dengan rekomendasi
BPPTKG Yogyakarta yang meminta pelaku wisata tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km atau 5000 meter dari puncak Gunung Merapi.

Sebab BPPTKG sepanjang Rabu juga mencatat awan panas guguran Merapi pun terjadi sedikitnya 44 kali mulai pukul 00.00-24.00 WIB. 

Aktivitas ini menjadi intensitas tertinggi sejak gunung api teraktif di Jawa itu memasuki fase erupsi awal Januari 2021 ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan sejak Rabu 27 Januari 2021, pihaknya sudah membatasi atau menutup akses jalan ke Turgo Purwobinangun Pakem Kabupaten Sleman (mengarah ke puncak) ketika awan panas Merapi intens keluar sejak kemarin.

BPBD Sleman dan para relawan juga telah membantu evakuasi warga Turgo Purwobinangun Pakem ke titik kumpul di SD Sanjaya dan Lapangan Tritis Sleman.

Dari aktivitas penutupan ke jalur Turgo itu, petugas dan truk evakuasi juga standby serta mencegah mereka yang tidak berkepentingan menuju ke Turgo.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida menuturkan untuk kewaspadaan saat ini dari erupsi Merapi adalah guguran lava dan awanpanas di sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment