News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ada PSBB Jawa-Bali, Destinasi Wisata Yogya Dihimbau Miliki Hari Libur

Ada PSBB Jawa-Bali, Destinasi Wisata Yogya Dihimbau Miliki Hari Libur



WARTAJOGJA.ID : Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta seluruh obyek wisata tak beroperasi non-stop selama 7 hari penuh dalam seminggu ketika masa pemberlakukan PSBB Jawa-Bali 11-25 Januari 2021.

Meski selama PSBB tidak ada satu pun obyek wisata di Yogya yang ditutup pemerintah, namun bakal ada pengaturan jam operasional dan pembatasan jumlah wisatawan secara ketat. Termasuk ketentuan menyediakan hari libur.

“Kami minta destinasi wisata mengalokasikan waktu atau hari libur yang bisa digunakan untuk pembersihan dan disinfektasi kawasan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardja Jumat 2021.

Ketentuan agar destinasi wisata agar memiliki hari libur itu pun dituangkan dalam surat edaran nomor : 188 / 00139 tentang Pengetatan Secara Terbatas Di Sektor Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai tindaklanjut keputusan pemerintah pusat dan instruksi Gubernur DIY dalam upaya menekan tingginya kasus Covid-19 di Yogya.  

Singgih mengatakan DIY dalam kebijakan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat selama dua pekan ke depan juga mengimbau pengelola destinasi tidak menyelenggarakan event/atraksi yang memicu kerumunan wisatawan.

Selain itu setiap pengelola juga diminta memberlakukan pembatasan kunjungan wisatawan , maksimal 50% dari kapasitas dan belum menerima wisatawan yang datang dalam jumlah rombongan besar.

Cara membatasi kunjungan wisatawan di tiap destinasi itu, Dispar DIY mensyaratkan calon wisatawan yang datang melakukan reservasi melalui aplikasi Visiting Jogja sebelum mengunjungi destinasi.

“Sebab jika reserasi dari Visiting Jogja itu, bisa diketahui jelas kapasitas destinasi itu apakah sudah tercapai 50 persen atau belum. Kalau sudah tercapai 50 persen, maka reservasi selanjutnya akan otomatis ditolak sistem, “ ujar Singgih.

Singgih mengatakan setiap destinasi juga wajib patuh untuk menerapkan jam operasional untuk industri wisata dan destinasi wisata sampai pukul 19.00 wib, kecuali bidang akomodasi. Terkait sanksi jika ada obyek wisata yang membandel, pengaturannya diserahkan pemerintah kabupaten/kota yang memiliki kewenangan. 

“Pengelola juga wajib melakukan skrening, memeriksa persyaratan dokumen kesehatan untuk wisatawan dari luar DIY,” ujarnya,

Tak terkecuali bagi yang sedang wisata kuliner, untuk jumlah pengunjung makan di tempat (dine in) juga dibatasi paling banyak 25% dari kapasitas warung makan, rumah makan, kafe. Selebihnya menerapkan sistem delivery atau takeaway service.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie menyatakan PSBB ini membuat situasi yang sulit sekali bagi pelaku wisata karena harus berhadapan dengan sisi kesehatan dan ekoonomi yang sama-sama situasinya emergency.

“Kamun kami akan mendukung apapun regulasi pemerintah pusat maupun daerah,” ujarnya.

Bobby hanya mendesak agar dari regulasi yang sudah dibuat pemerintah itu, juga diikuti dengan monitoring dan evaluasi serta penegakan hukum yang dilakukan kepada para pelanggar ketentuan.

Gugus Tugas Covid-19 DIY kembali mengumumkan rekor baru penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada Jumat 8 Januari 2021 ini. Berupa tambahan sebanyak 379 kasus baru  sehingga total kasus Covid-19 DIY menjadi 14.346 dengan jumlah meninggal dunia 308 kasus dan sembuh 9.521 kasus. (Cak/Rls) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment