News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

230 Lebih Hotel Yogya Sekarat dan Mati, PHRI Mohon Pembatasan Masyarakat Tak Diperpanjang

230 Lebih Hotel Yogya Sekarat dan Mati, PHRI Mohon Pembatasan Masyarakat Tak Diperpanjang


Ilustrasi Hotel


WARTAJOGJA.ID : Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat, dalam masa pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) yang berlaku 11-25 Januari 2021 ini dampaknya sangat luar biasa. 

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono merinci sebanyak 200-an hotel di DIY statusnya sudah setengah mati alias nyaris tutup karena sangat kesulitan membiayai operasionalnya akibat anjloknya okupansi. 

Sedangkan hotel yang sudah mati alias benar-benar tutup karena benar-benar tak ada pemasukan jumlahnya ada 30-an hotel. 
Hingga saat ini, dari anggota PHRI saja, karyawan yang dirumahkan hotel –restauran itu sudah mencapai 65 persen dengan rincian sedikitnya 1000 orang karyawan telah dirumahkan.

“Hotel yang setengah mati dan mati itu di semua kelas hotel bintang dan non bintang, tapi terbanyak memang dari hotel non bintang,” ujar Deddy Senin 18 Januari 2021.  

Deddy mencatat, sejak kebijakan PTKM itu diberlakukan okupansi perhotelan di Yogya memang membuat miris. Dalam arti penurunannya sangat luar biasa. 
Jika awal Januari rata-rata okupansi masih dikisaran 19-25 persen saat libur akhir pekan, memasuki pekan ketiga Januari ini okupansi rata-rata maksimal hanya 13 persen.

“oleh sebab itu kami sangat berharap pemerintah tak memperpanjang periode PTKM ini,” ujar Deddy.

Koordinator Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Covid – 19 DIY yang juga Ketua Satuan Polisi Pamong Praja DIY Noviar Rahmad mengatakan soal keputusan perpanjangan PTKM di DIY baru dibahas pada Selasa 19 Januari 2021.
“Pada Selasa besok hasil dari PTKM seluruhnya akan dievaluasi, untuk mempertimbangkan apakah perlu diperpanjang atau tidak,” ujarnya.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X sendiri saat ini mendesak adanya penambahan tempat tidur (TT) atau ranjang di rumah sakit untuk melayani pasien Covid-19.

Sebab awal pekan ini total kasus Covid-19 di DIY terus melonjak hingga totalnya sudah tembus 17.228 kasus, di mana kasus aktif sebanyak 5.282 kasus dan sebanyak 394 kasus meninggal dunia.

"Penambahan ranjang rumah sakit ini diprioritaskan untuk pasien dengan kriteria sedang-berat dan berat," ujar Sultan HB X. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment