News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ruang Perawatan Covid-19 Hampir Penuh, Pemkot Yogya Siapkan Tambahan Kamar

Ruang Perawatan Covid-19 Hampir Penuh, Pemkot Yogya Siapkan Tambahan Kamar




WARTAJOGJA.ID : Pemerintah Kota Yogyakarta tengah menyiapkan tambahan kamar ICU dan isolasi untuk merawat pasien Covid-19 yang belakangan masih bertambah signifikan kasusnya.

"Besok pagi (2 Desember) kami baru akan bertemu dengan semua pihak rumah sakit di Kota Jogja untuk membahas penambahan kamar ICU maupun isolasi," ujar Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi Selasa 1 Desember 2020.

Heroe yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya itu menuturkan penambahan kamar untuk penanganan Covid-19 di Kota Yogya penting.

Sebab dari data terakhir yang diperoleh pihaknya untuk ruang ICU untuk merawat pasien Covid-19 di Kota Yogyakarta tersisa dua kamar yang dilengkapi ventilator. Sedangkan untuk kamar isolasi yang tersisa ada sekitar 15-an kamar.

Adapun untuk total kamar ICU di Kota Yogyakarta ada sebanyak 13 kamar, sedangkan shelter untuk merawat OTG menyediakan 128 kamar.

Lonjakan kasus di Kota Yogya salah satunya ditemukan di RS Jogja, rumah sakit milik Pemerintah Kota Yogya.

Heroe Poerwadi menuturkan temuan di RS itu setelah gugus tugas melakukan screening melalui swab test kepada 228 tenaga kesehatan di rumah sakit pemerintah itu yang selama ini melayani pasien covid 19.

"Hasil screening terakhir itu masih 22 tenaga kesehatan, 7 dokter, dan 9 mahasiswa Koas yang positif Covid 19," ujar Heroe.

Saat ini, Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogya tengah menelusuri sumber penularan yang membuat puluhan tenaga medis rumah sakit itu terpapar. Analisa dan screening masih dilanjutkan khususnya pada kontak erat dari tenaga kesehatan yang terpapar.

Heroe menjelaskan pemeriksaan dan screening pada tenaga medis di rumah sakit itu dilakukan sejak pekan lalu dan hasilnya baru diketahui dua hari lalu atau tanggal 27 November 2020.

Dengan temuan itu, Heroe memastikan RS Jogja tetap beroperasi melayani pasien dan tidak menutup klinik-kliniknya.

"Rumah sakit tidak tutup. Sebab yang terkena adalah layanan khusus area Covid," ujarnya.

Heroe menuturkan masih ada dokter dan tenaga kesehatan lain yang tidak menangani Covid-19 yang masih bisa bertugas seperti biasa memberikan pelayanan.

"Sehingga semua poliklinik dan pelayanan di RS Jogja tetap jalan dan memberikan pelayanan," ujar Heroe.

Untuk para tenaga kesehatan yang terpapar semuanya dibebastugaskan sementara untuk melakukan isolasi mandiri. Beberapa diantaranya juga menjalani isolasi di shelter yang dimiliki RS Jogja.

"Shelter isolasi di RS Jogja mampu menampung 30 pasien isolasi mandiri, sedangkan yang lainnya isolasi di rumah masing-masing," ujar Heroe. (Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment