News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Covid-19 Tinggi, Nasib Pesta Kembang Api Akhir Tahun Di Yogya ?

Covid-19 Tinggi, Nasib Pesta Kembang Api Akhir Tahun Di Yogya ?




Ilustrasi pesta kembang api (ist)


WARTAJOGJA.ID: Ketua Gugus Tugas Covid-19 DIY yang juga Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam telah menerbitkan surat edaran tentang peningkatan pengawasan protokol kesehatan menyambut libur akhir tahun.

Dalam surat yang diteken pada 10 Desember 2020 dan ditujukan pada pemerintah kabupaten/kota itu salah satu poinnya menginstruksikan setiap gugus tugas daerah melarang kegiatan yang berpotensi memicu kerumunan.  

Lantas bagaimana dengan tradisi pesta kembang api yang biasa dilakukan wisatawan di sejumlah destinasi wisata Yogya khususnya di kawasan Malioboro?

"Kalau pesta kembang apinya menimbulkan kerumunan ya tidak boleh," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DIY Noviar Rahmad Sabtu 12 Desember 2020.

Satpol PP DIY dibantu personil kepolisian dan TNI pun akan siap membubarkan kegiatan pesta kembang api itu jika membuat massa terkonsentrasi dalam jumlah besar.

"Prinsipnya tidak diijinkan adanya kerumunan," ujarnya.

Tak hanya di kawasan destinasi. Jika pesta kembang api itu dilalukan dalam kampung-kampung juga akan ditindak satuan gugus tugas kecamatan yang akan berpatroli memantau kerumunan massa.

"Kalau pesta kembang api itu di kampung tapi juga menimbulkan kerumunan maka gugus tugas desa, kelurahan, dan kecamatan yang bertindak," kata dia.

Noviar mengatakan instruksi tak adanya izin kerumunan itu juga diterapkan di sejumlah titik mulai tempat umum, restoran maupun hotel. 

Satpol PP DIY sendiri akan menurunkan hampir 500 orang untuk menjaga penerapan protokol kesehatan selama masa libur natal dan akhir tahun. 

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan soal tradisi pesta kembang api di malam pergantian tahun tetap akan ditempatkan dalam momentum pencegahan penularan Covid-19.

"Untuk pesta kembang api itu prinsip kami apapun event yang mengundang kerumunan tidak akan kami ijinkan," ujar Heroe.

Heroe yang juga wakil walikota Yogya itu mengatakan seperti halnya selama ini, jika ada pertunjukan yang mengundang kerumunan juga tak diijinkan pemerintah kota.

"Jadi di setiap tempat selalu berlaku pembatasan jumlah kapasitas yang sesuai protokol Covid-19," katanya.

Hanya saja, kata Heroe, di setiap tempat tidak sama perlaluannya. Karena ditentukan bentuk dan karakter tempatnya.

"Untuk event yang jumlah peserta terbatas dalam ruangan masih dimungkinkan jika memenuhi protokol kesehatan Covid 19. Tapi tetap harus mengajukan ijin dulu di review gugus tugas," ujar Heroe. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment