News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Perluasan TPA Piyungan Diproyeksikan Selesai pada 2025

Perluasan TPA Piyungan Diproyeksikan Selesai pada 2025



WARTAJOGJA.ID: “Saat ini, umur teknis Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul sudah habis. Namun demikian, proyeksinya, TPST tersebut masih bisa menampung sampah hingga 2-3 tahun mendatang,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan ESDM DIY, Hananto Hadi Purnomo.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Hananto memimpin paparan Market Sounding PPP Piyungan Regional Landfill Development, di Gedhong Pracimosono, Komplek Kepatihan, Senin (30/11) pagi. Hadir pada kesempatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Simpul KPBU TPST Piyungan Tri Saktiyana dan Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pemabngunan Program Prioritas DIY Rani Syamsinarsi. Turut berpartisipasi pada kesmepatan tersebut yakni Perwakilan Kementerian PPN/Bappenas secara daring.

Adapun harapannya, market sounding ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari sektor swasta, investor potensial, dan pemberi pinjaman terhadap bentuk kerjasama atau teknologi yang akan ditawarkan, serta potensi resiko yang mungkin akan terjadi. Selain itu market sounding dilaksanakan untuk menyampaikan keberadaan proyek ini kepada pasar, dan melihat ketertarikan pasar atas rencana proyek, serta mendiskusikan hal-hal lain yang relevan.

Pernyataan Hananto tersebut sesuai dengan yang dikatakan oleh Gubernur DIY dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual. “Melalui optimalisasi yang dilakukan pada sel sampah lama, diperkirakan TPA Piyungan hanya akan mampu bertahan dua hingga tiga tahun ke depan. Regulasi memang telah mengatur pengelolaan sampah, tetapi harus diakui, kondisi penyelenggaraan pengelolaan sampah di beberapa kota di Indonesia memang masih belum memadai, sehingga pada akhirnya berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” jelas Sri Sultan.

Hananto menambahkan bahwa dengan melihat situasi tersebut, direncanakan akan dilakukan penambahan lahan baru untuk TPA Piyungan. “Kami merencanakan penambahan lahan baru seluas 6 hektar di sekitar TPA Piyungan, untuk pengembangan TPA melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, dimana kesempatan investasi akan sangat terbuka bagi para investor,” jelas Hananto.

Sebagai informasi, saat ini TPA Regional Piyungan menerima sampah rata-rata sekitar 600 ton per hari. Jumlah tersebut adalah jumlah sampah per hari yang diangkut ke TPA Piyungan dari total 1.703 ton sampah yang dihasilkan DIY setiap harinya. Diproyeksikan, pada tahun 2042, jumlahnya akan naik menjadi 2.313 ton per hari dimana akan terkumpul sebanyak 1.939 ton sampah dan akan dibuang di TPA Piyungan sekitar 905 ton setiap harinya.

Pada kesempatan tersebut, Tri Saktiyana turut menyampaikanbahwa tahapan KPBU TPST Piyungan sudah on the track dan tidaklah mudah. "Membutuhkan waktu cukup lama karena ini risikonya jangka panjang terkait lingkungan baik berstandar nasional maupun internasional. Proyek ini sangat ketat dan mahal sehingga kita benar-benar melaksanakan jadwal tahapannya dengan hati-hati. Animo investornya cukup tinggi baik dalam negeri maupun mancanegara, kami akan telaah lebih lanjut," urainya. 

Pada kesempatan kali ini, lanjut Hananto, investasi tersebut tentunya dilakukan dengan beberapa tahapan. “Pertama dimulai dari assessment, strategi pengembangan, assestment teknis, hingga perumusa tahapan lebih lanjut. Saat ini, konsultan telah mengirimkan juknis komprehensif yang berupa hasil studi di hulu dan hilir. Perlu adanya efisiensi pengumpulan sampah di wilayah DIY terutama Sleman dan Bantul, karena jumlah keduanya baru 31% dan 42% saja,” jelasnya.  

Selain itu, aktivitas pengurangan sampah di hulu juga dilakukan. “Artinya, tidak semua sampah masuk ke TPA Piyungan. Sampah selanjutnya harus dapat dipilah berdasarkan dengan komposisi sampahnya. Oleh karenanya, kami terbuka untuk segala kemungkinan usulan teknologi dari investor, termasuk sarana prasarana pendukung, gedung administrasi, dan juga infrastruktur lain,” jelas Hananto.

Di sisi lain, prioritas utama yang bisa dilakukan DIY untuk menekan penambahan volume sampah di TPA Piyungan adalah melakukan pengolahan limbah sebelum penimbunan mengurangi penimbunan sampah. Serta meningkatkan pengumpulan sampah dan pengelolaan sampah yang terdesentralisasi. “Dengan adanya upaya demikian, harapannya pengumpulan sampah di masa yang akan datang akan lebih efisien yakni 80% untuk Bantul, 80% untuk Sleman, dan 98% untuk Yogyakarta. Harapannya, lahan baru TPA Piyungan yang telah dilengkapi dengan teknologi pengelolaan sampah tersebut, dapat terealisasi pada awal bulan Januari tahun 2025. 

Hananto mengemukakan, gerak investor ini sendiri juga membutuhkan dukungan dari Pemda DIY terutama infrastruktur; amdal; pengembangan rencana induk limbah yang terperinci untuk meningkatkan efisiensi pengumpulan limbah dan pengelolaan limbah yang terdesentralisasi; tanah perluasan TPA yang bebas sengketa; regulasi; penanganan masalah sosial; serta adanya jaminan limbah minimum serta jaminan lain dari pemerintah. (Cak/Rls) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment