News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dua Pekan Pasca Libur Panjang, Sleman Umumkan Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 Penuh

Dua Pekan Pasca Libur Panjang, Sleman Umumkan Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 Penuh



Ilustrasi Covid-19


WARTAJOGJA.ID : Pasca momentum libur panjang dan cuti bersama yang berakhir akhir Oktober atau 1 November 2020 lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan fasilitas kesehatan (faskes) darurat Covid-19 di wilayahnya penuh akibat masifnya lonjakan kasus baru.
Dalam pengumuman yang dituangkan melalui surat bernomor 011/9082 tertanggal 20 November 2020 itu dinyatakan faskes Covid-19 Sleman yang penuh merupakan faskes tingkat pertama yakni Asrama Haji dan Rusunawa Gemilang.
Akibatnya mulai tanggal 20 - 30 November 2020 faskes tingkat pertama di Sleman itu belum dapat menerima lagi pasien baru yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Kebetulan, lonjakan kasus Covid-19 di Sleman ini terjadi setelah 14 hari momentum libur panjang akhir Oktober lalu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo, 20 November 2020.
Joko belum bisa memastikan, apakah ada korelasi momentum libur panjang yang membuat Sleman juga wilayah Yogyakarta lain dijejali wisatawan berbagai daerah itu, menjadi satu penyebab kasus melonjak tajam.
Hanya saja, kata Joko, saat awal masa libur panjang cuti bersama lalu, pihaknya sebenarnya sudah sempat melakukan screening di berbagai destinasi.
Seperti misalnya rapid test ke 100an orang di kawasan Tebing Breksi. Saat itu petugas hanya menemukan tiga orang reaktif dan langsung ditindaklanjuti swab yang hasilnya belakangan diketahui negatif Covid-19.
“Tapi lonjakan kasus kan terjadinya memang 7-14 hari kemudian, jadi mungkin karena adanya pergerakan manusia sangat tinggi baik keluar atau masuk  Yogya saat libur panjang itu,” ujar Joko.
Joko merunut, saat memasuki momentum libur panjang lalu hingga dua pekan kemudian, status Covid-19 di Kabupaten Sleman masih terpantau masuk di zona kuning atau resiko penularan rendah. Namun selepas 14 November, tepatnya 16 November langsung naik ke zona oranye, kemudian per 20 November ini menjadi zona merah.
“Belum ada kajian pasti apa libur panjang sebagai penyebab lonjakan tingginya kasus, hanya dari sisi momentum, waktunya pas 14 hari setelah libur panjang,” ujarnya.
Joko mengatakan saat ini ada 340 kasus positif Covid-19 aktif di Sleman saja. Sebanyak 65 kasus mendapat perawatan di rumah sakit, sedangkan sisanya dirawat di fasilitas kesehatan (faskes) darurat Covid-19 maupun isolasi mandiri.
Dengan penuhnya fasilitas kesehatan tingkat pertama di Sleman itu, penanganan pasien positif Covid-19 asimtomatik atau tanpa gejala akan dialihkan ke rumah sakit rujukan Covid-19 maupun rumah sakit intermediate atau rujukan antara.
Ada 12 rumah sakit rujukan di Sleman, termasuk RSUP Dr.Sardjito.Sedangkan jumlah rumah sakit intermediate di Sleman totalnya ada 13 unit. Dari 25 rumah sakit tersebut, total memiliki sekitar 200 ruang isolasi yang bisa digunakan untuk menampung ketika faskes tingkat pertama Sleman penuh.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih mengatakan total kasus positif covid 19 di DIY pada Jumat 20 November ada sebanyak 5.004 kasus atau meningkat 1.000 kasus lebih dibanding akhir libur panjang 31 Oktober 2020 lalu yang total kasus saat itu masih 3.835 kasus. (Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment