News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Bertepatan Merapi Siaga, Angka Covid-19 Yogya Ikut Meledak dan Pecah Rekor Lagi

Bertepatan Merapi Siaga, Angka Covid-19 Yogya Ikut Meledak dan Pecah Rekor Lagi

ilustrasi Covid-19 dan erupsi Merapi (ist) 

WARTAJOGJA.ID : Dua kejadian tak terduga terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis 5 November 2020 ini.

Peristiwa  pertama diawali dengan pengumuman kenaikan status Gunung Merapi dari Waspada menjadi Siaga setelah sebelumnya status itu tak berubah sejak dua tahun silam.  Peristiwa kedua yang mengagetkan dengan ledakan kasus baru Covid-19 itu sendiri,

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta mencatatkan lonjakan kasus yang cukup tinggi hingga memecahkan rekor baru dalam temuan kasus Covid-19 dalam sehari pada Kamis 5 November 2020.

Juru bicara Gugus Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif usai empat hari masa libur panjang 28 Oktober -1 November 2020 itu,  terdapat tambahan 168 kasus positif.

Sehingga total kasus positif covid 19 di DIY menjadi sebanyak 4.140 kasus.

“Dari tambahan kasus hari ini, terbanyak berasal dari hasil tracing di Kabupaten Bantul sebanyak 139 kasus baru,”ujar Berty.

Sekretaris Daerah Istimewa DIY Kadarmanta Baskara Aji menuturkan angka 168 kasus dalam sehari ini merupakan angka tertinggi yang pernah ditemukan sejak Covid-19 melanda DIY akhir Maret silam.

Sebelumnya, bertepatan dengan libur cuti bersama, Kamis 29 Oktober 2020 lalu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DIY baru saja mencatat rekor baru kasus penularan namun jumlahnya saat itu tak sampai 100 kasus, hanya 82 kasus positif sehari.

Saat dikonfirmasi apakah temuan kasus terbanyak di Bantul itu berasal dari sebuah pondok pesantren di Kecamatan Sewon yang belakangan santer disorot, juru bicara Covid-19 Pemerintah DIY dan Pemerintah Kabupaten Bantul kompak tak membeberkannya.

“Tambahan kasus (terbanyak dari Bantul) hari ini adalah hasil tracing dari kasus sebelumnya di sebuah lembaga pendidikan. Insyaalloh semua dalam kondisi baik,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul Sri Wahyu Joko Santosa alias Oki.

Oki tak menyebut di mana persisnya ledakan kasus di lembaga pendidikan itu terjadi. “Kami sampaikan yang perlu disampaikan, karena pertimbangan beberapa hal,” ujarnya tak menjelaskan pasti apa hal yang dimaksud.

Oki hanya menjelaskan bahwa penanganan atas ledakan kasus di Bantul itu sudah dilakukan dengan berkoordinasi dinas kesehatan, puskesmas, serta pihak institusi pendidikan dan pemerintah desa setempat.

Sekretaris DIY Baskara Aji meminta dengan temuan kasus tertinggi dalam sejarah Covid-19 di DIY ini, para pengelola lembaga pendidikan yang kegiatannya sudah mengumpulkan banyak orang seperti pondok pesantren, harus lebih waspada. Karena sebagain lembaga itu sudah menggelar aktvitas tatap muka. (Cak/Rls)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment