News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Upaya Pelacakan Kasus Covid-19 Yogya Saat Libur Long Weekend

Upaya Pelacakan Kasus Covid-19 Yogya Saat Libur Long Weekend




Wisatawan mengunjungi Pantai Parangtritis Sabtu (31/10).

WARTAJOGJA.ID : Sedikitnya dua wisatawan yang sedang berkunjung ke Candi Borobudur pekan ini diketahui positif Covid-19 setelah hasil testnya reaktif saat rapid test dan menjalani swab serta PCR test akhir Oktober ini.

Lantas bagaimana nasib dan perkembangan kunjungan wisatawan yang berlibur di Yogya masa cuti bersama ini?

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan dari seluruh obyek wisata yang beroperasi masa liburan ini, hanya Tebing Breksi di Kabupaten Sleman saja yang baru menggelar rapid tes acak.

"Dari 100 wisatawan yang ikut rapid test kemarin di Tebing Breksi, ada 3 orang ditemukan hasilnya reaktif," ujar Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo Sabtu 31 Oktober 2020.

Singgih menuturkan rapid test di Tebing Breksi pada 28 Oktober 2020 itu dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Di mana untuk tiga wisatawan yang hasil rapidnya reaktif dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo saat dikonfirmasi membenarkan pelaksanaan rapid test acak di Tebing Breksi yang diberlakukan bagi wisatawan maupun pengelola wisata itu.

"Untuk temuan wisatawan yang reaktif sudah langsung ditindaklanjuti dengan swab test, hasilnya belum keluar," ujar Joko. Saat diketahui rapid testnya reaktif, pengelola destinasi juga meminta wisatawan tetap berada di ruang isolasi yang disediakan dan tidak mengijinkan masuk ke lokasi wisata.

Sedangkan Pemerintah Kota Yogyakarta sejauh ini juga belum menggelar rapid test acak ke wisatawan, seperti di kawasan Malioboro yang pekan ini diprediksi dijejali belasan ribu wisatawan tiap harinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menuturkan di masa libur cuti bersama ini, pihaknya baru melakukan rapid test kepada 112 petugas Jogo Malioboro atau Jogoboro.

"Ada dua petugas Jogoboro hasil rapid testnya reaktif, namun setelah di swab test negatif semua," katanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah DIY Berty Murtiningsih mengakui di tingkat provinsi sejauh ini memang tidak ada instruksi atau himbauan untuk menggelar rapid test atau swab test acak bagi wisatawan yang berkunjung di masa libur panjang cuti bersama.

"Kalau dari Gugus Tugas Covid-19 DIY tidak ada (rapid/swab test acak pada wisatawan). Mungkin di tingkat kabupaten/kota," ujar Berty.

Langkah rapid/swab test acak itu tidak dilakukan di tingkat provinsi, ujar Berty, karena di DIY sudah dilakukan persiapan dari sisi penerapan protokol kesehatan melalui pembinaan Dinas Pariwisata, baik pada pelaku pariwisata maupun para pengunjungnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 yang juga Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi menuturkan alasan Pemerintah Kota Yogya juga tidak menggelar test acak rapid pada wisatawan pada masa libur panjang cuti bersama ini.

"Kami tidak melakukan random test kepada wisatawan karena sejak awal kami sudah meminta wisatawan meyakinkan dirinya bahwa ketika berlibur itu sehat, dan bawa surat-surat keterangan sehat yang diperlukan ketika masuk di Yogyakarta," ujar Heroe.

Surat keterangan sehat itu baik hasil rapid atau swab atau lainnya. Terutama jika wisatawan itu menginap di hotel.

"Sebab saat menginap mereka pasti ditanyai kelengkapan itu. Jadi, test acak di destinasi wisata hanya akan memberikan penegasan bahwa pelaksanaan protokol Covid harus dijalankan dengan sungguh-sungguh " ujarnya.

Jika tujuannya untuk screening wisatawan, maka Pemerintah Kota Yogya akan melakukannya seminggu setelah masa liburan usai.

Tujuannya untuk melihat apakah para pelaku wisata ada yang terpapar atau tidak. Dari situ kemudian melakukan blocking jika ditemukan adanya paparan. Itu tindakan pencegahan adanya sebaran.

Menurut Heroe, ketatnya syarat masuk Yogya itu sudah cukup memberikan peringatan pada wisatawan bahwa yang paling penting adalah tegaknya protokol Covid-19. Di manapun, kapanpun dan dengan siapapun, apalagi di masa liburan.

"Jadi saya kira dengan hasil temuan di kawasan Candi Borobudur saja, sudah cukup menjadi peringatan bagi semuanya harus sungguh melakukan protokol kesehatannya," ujarnya.

Heroe mengatakan di masa libur cuti bersama ini Pemkot Yogyakarta juga telah menerjunkan tim gabungan di destinasi wisata, tempat parkir, agar semua orang taat protokol pencegahan Covid-19.

Petugas yang terjun dipastikan tak hanya menghimbau dan mengingatkan wisatawan yang tak patuh protokol itu.

"Kami juga masih melakukan operasi penegakan yustisi di destinasi wisata dan tempat-tempat umum terkait penegakan protokol kesehatan itu," katanya. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment