News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tampang Dan Motif Pelaku Mutilasi Alumnus UGM Rinaldi Harley Wismanu : Gondol Rp 97 Juta

Tampang Dan Motif Pelaku Mutilasi Alumnus UGM Rinaldi Harley Wismanu : Gondol Rp 97 Juta

 



Pasangan kekasih Djumadil Al Fajar alias DAF dan Laeli Atik Supriyatin alias LAS
yang menjadi tersangka pembunuh dan pemutilasi Rinaldi Harley Wismanu (detikcom/istimewa)

WARTAJOGJA.ID: Pasangan kekasih Djumadil Al Fajar alias DAF dan kekasihnya Laeli Atik Supriyatin alias LAS dicokok dan ditetapkan polisi sebagai tersangka atas pembunuhan dan kasus mutilasi alumnus UGM Yogya, Rinaldi Harley Wismanu.

Seperti dirangkum dari news.detik.com,kumparan.com, indozone.id , kasus ini bermula dengan gegernya warga Apartemen Kalibata City Jakarta atas penemuan jasad di sebuah tower lantai 16 dalam keadaan terpotong-potong dibungkus dalam kresek dan dimasukan ke dalam koper.

Usut demi usut identitas jasad itu yakni Rinaldy Harley Wismanu, alumnus Jurusan Sastra UGM yang selama ini bekerja sebagai Human Resource & General Affair Manager di salah satu perusahaan kontruksi asal Jepang di Jakarta.

Kepolisian pun bergerak cepat mengungkap kasus ini. Setelah menangkap dua terduga pelaku yakni DAF dan LAS, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana pada Kamis (17/9/2020) langsung memimpin konferensi pers terkait kasus penemuan korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan itu.

Dua tersangka ikut dihadirkan dalam kasus ini berikut barang bukti dalam kasus ini. Mulai dari batu, kresek, skop hingga barang elektronik dipajang oleh polisi. Termasuk dalam barang bukti itu, empat buah koper dibungkus plastik hitam juga terlihat di meja barang bukti. Koper tersebut digunakan untuk menyimpan jasad korban setelah mutilasi.

 

Pasangan kekasih Djumadil Al Fajar alias DAF dan Laeli Atik Supriyatin alias LAS 
yang menjadi tersangka pembunuh dan pemutilasi Rinaldi Harley Wismanu (indozone.id)


Terlihat dalam ruang konfrensi pers dua orang tersangka dihadirkan. Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana.

Kedua tersangka itu sudah mengenakan baju khas tahanan berwarna orange. Satu tersangka merupakan laki-laki dibawa dengan kursi roda.

Kronologi Kasus dan Cara Pelaku Mutilasi Rinaldi

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan kedua pembunuh Rinaldi yang merupakan sepasang kekasih itu telah merencanakan pembunuhan Rinaldi di salah satu apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. LAS alias  berkenalan dengan Rinaldi lewat aplikasi Tinder. 

Mereka akhirnya sepakat bertemu di apartemen pada tanggal 9 September 2020.

Kedua pelaku menyewa apartemen dari tanggal 7-12 September 2020. Dalam rentang waktu itulah kedua pelaku merencanakan pembunuhan terhadap Rinaldi.

"Di situlah mereka merencanakan untuk menghabisi korban Saudara RHW tadi," kata Nana. Rinaldi lalu datang ke apartemen itu dan bertemu dengan LAS. Sebelum keduanya masuk, DAS atau  sudah lebih dulu ada di dalam dan bersembunyi di kamar mandi.

"Kedatangan korban dengan LAS masuk berbincang kemudian berhubungan badan. Ketika itulah, pelaku DAS membunuh korban memukul dengan batu bata," jelas dia.

Selain itu, pelaku juga menusuk korban hingga 7 kali. Tusukan itulah yang membuat Rinaldi tewas.

"Kemudian korban digeser ke kamar mandi agar tidak terlihat orang," tambah Nana.

Kedua pelaku yang bingung harus diapakan Rinaldi setelah tewas berinisiatif untuk memutilasi korban. Mereka lalu pergi ke toko material untuk membeli sejumlah perkakas.

"Kemudian mereka beli golok dan gergaji. Kembali ke apartemen dan melakukan mutilasi. Ini perbuatan keji memutilasi menjadi 11 bagian," tutur Nana.

"Bagian tubuh dimasukkan ke tas kresek dan dimasukkan ke dua ransel dan satu koper. Mereka juga beli sprei baru dan cat putih untuk membersihkan darah di tembok," tambah dia.

Mereka lalu memikirkan akan dibawa ke mana mayat Rinaldi. Keduanya lalu memutuskan untuk menyimpan jasad Rinaldi di apartemen Kalibata City dengan menyewa salah satu unit di Tower Ebony.

"Mereka kemudian pindahkan koper tadi ke apartemen di Kalibata City. Di lantai 16. Di sanalah mereka menyimpan korban," ucap Nana. Jarak Pasar Baru ke Kalibata City sekitar 16 km.

Motif Pelaku Habisi Korban

Adapun motif DAF dan LAS melakukan pembunuhan disertai mutilasi pada Rinaldi ternyata hanya karena ingin menguasai harta korban.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan kasus ini bermula saat LAS berkenalan dengan korban melalui aplikasi Tinder. Disinyalir korban memiliki banyak harta, LAS dan kekasihnya merencanakan aksi kriminal mereka.

Alumnus UGM Rinaldi Harley Wismanu yang jadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City Rinaldi Harley Wismanu dalam vlog pertama dan terakhirnya 2017 silam (doc ist)

"Modus operandi mereka berkenalan kemudian pelaku tahu korban punya finansial yang dianggap lebih dan dianggap orang berada dan kedua tersangka berencana menghabisi nyawa korban dan ambil barang-barang dan uang korban tersebut," kata Irjen Nana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

LAS pun mengajak korban bertemu dan menginap di sebuah apartemen di Jakarta Pusat selama lima hari. Disitulah kedua tersangka melakukan aksi pembunuhan.

Lebih jauh Irjen Nana mengatakan para pelaku menggondol uang korban sebanyak Rp97 juta rupiah. Cara pengambilan uang korban pun dengan cara menarik di ATM korban karena pelaku sudah mengetahui pin korban.

"Hasil penyelidikan diketahui bahwa tabungan korban digunakan LAS dan DAF untuk membeli barang,"

Barang yang dibeli dari uang korban antara lain emas, motor hingga mengontrak rumah di kawasan Depok. (Rls/berbagai sumber/)

source: 

https://news.detik.com/berita/d-5177065/2-pelaku-mutilasi-di-apartemen-kalibata-city-adalah-pasangan-kekasih,  https://www.indozone.id/news/d5sBRrL/ini-motif-sepasang-kekasih-mutilasi-korban-di-kalibata-city,  https://kumparan.com/kumparannews/sadis-rinaldi-dibunuh-saat-sedang-berhubungan-seks-lalu-dimutilasi-1uDXYZwrGW4?utm_source=kumApp&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=share&shareID=TvZgTxZql9KD

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

1 comments:

  1. Uang 97 juta, dtukar dengan nyawa korban, dtambah Label Pembunuh bagi pelaku yg silau oleh 97 jt dan hukuman penjara (mungkin hukuman mati). Tergantung bagaimana hasil sidang nanti. #pelaku padahal berpwndidikan, tapi.. mungkin hati nuraninya belum dsekolahin..hati nurani kita, masih adakah ia?

    ReplyDelete