News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ada Tenaga Kesehatan Positif, Pemkot Yogya Tutup Sementara Puskesmas Wirobrajan Dan Gedongtengen

Ada Tenaga Kesehatan Positif, Pemkot Yogya Tutup Sementara Puskesmas Wirobrajan Dan Gedongtengen


Ilustrasi Puskesmas Wirobrajan (istimewa)


WARTAJOGJA.ID : Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyebut ada dua puskesmas yang perlu tutup sementara terkait sebaran kasus Covid-19.

Puskesmas itu adalah Puskesmas Wirobrajan dan Puskesmas Gedongtengen.

Hal tersebut karena ada tenaga kesehatan (nakes) di masing-masing Puskesmas yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Jadi yang kita tutup hari ini ada dua Puskesmas. Puskesmas Wirobarajan itu sejak kemarin (Jumat). Kalau Puskesmas Gedongtengen hari ini karena ada tenaga kesehatan yang terkena (COVID-19)," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat ditemui wartawan di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu (19/9/2020).


Lanjutnya, penutupan Puskesmas tersebut akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Mengingat saat ini tengah dilakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"(Puskesmas) Ditutup 3 hari, hari ini (Puskesmas) Gedongtengen (penyemprotan) disinfektan dan untuk (Puskesmas) Wirobrajan sudah sejak kemarin," ucap Heroe.

Menyoal berapa nakes yang terkonfirmasi positif Corona, Heroe belum bisa mengungkapkannya secara detail. Namun, Heroe mengaku sudah memiliki angkanya.

"Ada angkanya tapi saya belum bisa menjelaskan," ujarnya.

Diketahui bersama, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyebut hari ini terdapat penambahan 74 kasus positif COVID-19. Hal tersebut membuat total kasus positif COVID-19 di DIY menjadi 2111.

Selain itu, hari ini terdapat penambahan 20 orang yang sembuh dari COVID-19. Sedangkan untuk pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia hari ini bertambah 1 orang sehingga total kasus meninggal dengan status positif COVID-19 di DIY ada 54 orang.

"Untuk hari ini ada penambahan 74 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DIY. Sehingga jumlah kasus positif (COVID-19) di DIY sebanyak 2111 kasus," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih Berty melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Sedangkan distribusi kasus berdasarkan domisili, Berty menyebut Kota Yogyakarta menyumbang 23 kasus, Kabupaten Bantul 8 kasus, Kabupaten Kulon Progo 9 kasus hari ini, Kabupaten Gunungkidul 1 kasus, Kabupaten Sleman dengan 32 kasus dam masih dalam penelusuran 1 kasus. Sebagian besar kasus adalah hasil kontak tracing.

"Untuk distribusi kasus berdasarkan riwayat, dari screening karyawan kesehatan ada 16 kasus, hasil tracing kontak kasus ada 45, hasil screening pekerjaan 2 kasus, dan masih dalam penelusuran ada 11 kasus," ujarnya.

(Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment