News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Wuh, Sleman Rapid Test 179 PNS Yang Pernah ke Indogrosir

Wuh, Sleman Rapid Test 179 PNS Yang Pernah ke Indogrosir




WARTAJOGJA.ID : Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta  menggelar rapid test atau tes cepat untuk PNS yang sempat berbelanja Indogrosir Sleman.

"Ditujukan kepada ASN yang datang ke Indogrosir periode 19 April - 4 Mei 2020," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi di Sleman, Sabtu, 16 Mei 2020.

Menurut dia, ada 179 ASN yang mengikuti tes cepat. Kemudian, untuk petugas lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman ada sebanyak 67 orang dan petugas PMI 54 orang.

"Sedangkan hasil dari RDT tersebut yakni dari total ASN terdapat tujuh orang yang reaktif, kemudian dari 2 orang BPBD dan dari PMI sebanyak lima yang reaktif," katanya.

Shavitri mengatakan, bagi yang reaktif akan difasilitasi petugas puskesmas yang ada di wilayah masing-masing untuk diantar ke pusat karantina kesehatan di Asrama Haji Sleman. 

"Secara umum pelaksanaan Rapid test ini berjalan lancar," katanya.

Pemkab Sleman juga telah melakukan tes cepat massal terhadap sekitar 1.300 masyarakat yang berkunjung di Indogrosir Sleman pada periode 19 April hingga 4 Mei 2020 dengan hasil 52 orang yang reaktif.

Sementara itu, jumlah pasien positif tertular Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  bertambah enam kasus pada Sabtu (16/5/2020), sehingga akumulasinya menjadi 194 kasus atau mendekati angka 200.

Klaster Indogrosir masih jadi mayoritas penambahan kasus Corona hingga hari ini. 

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menyebutkan tiga orang laki-laki dengan rentang usia beragam yakni usia 55 tahun, 28 tahun, dan 20 tahun asal Sleman dinyatakan positif Corona berhubungan dengan klaster Indogrosir.

Sleman menjadi Kabupaten dengan perolehan kasus terbanyak. "Selain tiga laki-laki yang erat dengan klaster Indogrosir, satu pria lainnya asal Sleman juga dinyatakan positif yang berhubungan dengan klaster gereja," jelas Juru Bicara Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih pada Sabtu (16/5/2020).

Sementara itu penambahan dua kasus positif Corona lainnya masing-masing asal Gunungkidul dan Bantul. Kasus pasien positif asal Bantul merupakan perempuan usia 23 tahun yang berhubungan dengan klaster Jemaah Tablig.

"Satu kasus positif asal Gunungkidul yakni perempuan usia 58 tahun masih dalam penelusuran terkait dengan klaster mana," jelas Berty.
Sebelumnya Berty menjelaskan perempuan asal Gunungkidul tadi masuk dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 

Namun orang yang bersangkutan meninggal pada Senin (11/5/2020) dengan riwayat penyakit jantung. Namun belakangan hasil laboratorium pasien tersebut menunjukkan positif Corona. "Hasil ini menambah rentetan kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di DIY menjadi delapan kasus," jelasnya.

Pada hari ini Sabtu (16/5/2020) juga dilaporkan enam pasien sembuh. Adapun lima pasien sembuh yang dinyatakan negatif dua kali berdasarkan hasil swab merupakan pasien asal Gunungkidul. 

Tiga pasien sembuh berjenis kelamin laki-laki dengan usia 70 tahun, 50 tahun, dan 30 tahun. Sementara dua pasien sembuh asal Gunungkidul merupakan perempuan usia 52 tahun dan 10 tahun. Sementara satu pasien sembuh lainnya merupakan perempuan asal Bantul berusia 40 tahun.

"Dengan demikian jumlah akumulasi pasien sembuh Covid-19 di Jogja bertambah menjadi 78 orang," jelas Berty.

Saat ini masih ada sebanyak 183 PDP dirawat di DIY dari jumlah 1266 PDP.

(Tim/Sin)
    

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment