News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pegawai Indogrosir Sleman Yang Positif Corona Jadi 7 Orang

Pegawai Indogrosir Sleman Yang Positif Corona Jadi 7 Orang




WARTAJOGJA.ID : Jumlah karyawan Supermarket Indogrosir Sleman yang positif terpapar Corona melonjak menjadi tujuh orang dari semula hanya satu kasus.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan enam tambahan kasus positif Corona dari klaster Indogrosir itu diketahui dari hasil uji laboratorium selama dua hari terakhir terhadap karyawan yang sebelumnya dinyatakan hasil rapid test nya reaktif.

"Karyawan Indogrosir yang uji laboratoriumnya positif (Covid-19) kemarin (9/5) ada tiga orang warga Kabupaten Bantul dan hari ini (10/5) bertambah tiga orang lagi warga Kabupaten Sleman," ujar Berty Minggu 10 Mei 2020.

Sejak Indogrosir ditutup Pemda Sleman per 5 Mei 2020 lalu, Berty menuturkan sebanyak 57 karyawan dari total 338 karyawan Indogrosir yang menjalani rapid test belum seluruhnya uji swab untuk mengetahui apakah mereka positif atau negatif terpapar.

Namun yang jelas, ujar dia, per hari Minggu ini ada kenaikan kasus positif cukup signifikan di DIY. Yakni sebanyak tujuh kasus positif, sehingga total kasus positif covid 19 sebanyak 153 kasus. Sebagian disebut bukan dari klaster Indogrosir.

Kabar baiknya, karyawan pertama kasus positif Covid-19 di Indogrosir yang dikenal dengan kasus nomor 79 telah dinyatakan sembuh.

Namun, Berty menuturkan, sampai saat ini tim belum mengetahui asal muasal dan kronologis bagaimana pasien kasus 79 tersebut tertular.

Dari keterangan pihak rumah sakit yang merawat, yakni Runah Sakit Hardjo Lukito, awalnya pasien 79 itu pernah kontak dengan rekannya yang sedang diisolasi.

Namun Berty mengatakan bahwa itu merupakan keterangan yang diberikan pasien saat diperiksa anamnesa. Sehingga saat itu kasus 79 itu ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) oleh rumah sakit karena adanya gejala penyakit yang mengarah ke Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo sebelumnya mengatakan kasus 79 sempat tidak terbuka saat diminta keterangan riwayatnya bagaimana bisa positif terpapar Covid-19. Akibatnya, virus menyebar ke tempat kerjanya di Indogrosir Sleman tersebut.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan belum semua karyawan Indogrosir yang rapid testnya reaktif diketahui hasil swabnya.

Berty hanya menjelaskan terjadinya kenaikan kasus yang ada saat ini sebagian besar merupakan hasil tracing kasus yang ada. Hal ini diharapkan menunjukkan upaya lebih optimal untuk memutus mata rantai penularan.

Ia mencontohkan seandainya tidak ditelusuri tracing pada kasus 79 yang membuat Indogrosir jadi klaster baru penularan Covid-19 itu, maka tidak akan ditemukan kasus kasus lainnya.

"Apalagi kasus kasus tersebut adalah orang yang sangat berpotensi menularkan lebih banyak orang," ujarnya.

Berty menambahkan kenaikan kasus Covid di DIY juga sebagai konsekuensi pelacakan dan menunjukkan bahwa penularan masih terjadi di sekitar masyarakat.

"Maka protokol kesehatan juga harus dilakukan oleh kita semua secara ketat," ujarnya.

(Han/Sin)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment